Prabumulih, Faktadetiknews – Pelaksanaan pelatihan konten kreator yang digelar PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 di Gedung Patra Ria, Kamis (9/7/2026), mendapat perhatian dari sejumlah insan pers dan pegiat media.
Selain mempertanyakan mekanisme penentuan peserta, sebagian kalangan juga menilai perusahaan perlu memberikan penjelasan yang lebih terbuka mengenai tujuan dan sasaran program tersebut.
Sorotan tersebut muncul karena kegiatan dilaksanakan di tengah perhatian publik terhadap sejumlah isu yang berkaitan dengan operasional perusahaan, termasuk pemberitaan mengenai dugaan kebocoran pipa dan persoalan pengelolaan limbah.
Sejumlah awak media berharap perusahaan dapat menjelaskan apakah pelatihan tersebut merupakan bagian dari program komunikasi rutin atau memiliki tujuan khusus.
“Yang dibutuhkan adalah keterbukaan informasi. Dengan penjelasan yang jelas mengenai tujuan program dan mekanisme pemilihan peserta, berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat dapat diminimalkan,” ujar salah seorang insan pers.
Sejumlah jurnalis juga mempertanyakan dasar penentuan peserta pelatihan. Mereka berharap kegiatan serupa ke depan dapat dilakukan dengan mekanisme yang lebih transparan dan memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh pihak yang memenuhi persyaratan.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak PHR Zona 4 terkait tujuan penyelenggaraan pelatihan, mekanisme pemilihan peserta, serta tanggapan atas berbagai pertanyaan yang berkembang di kalangan media. Apabila telah diperoleh, penjelasan tersebut akan dimuat sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang. (Rzk)


















