FAKTADETIKNEWS//-
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan memicu kerugian militer besar bagi Washington. Dalam konflik yang memanas pada akhir Februari 2026, Amerika disebut kehilangan sejumlah aset militer strategis dengan nilai hampir 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,7 triliun akibat serangan balasan dari Teheran di kawasan Timur Tengah.
Laporan tersebut menyebutkan serangan Iran menargetkan sedikitnya tujuh instalasi militer penting milik Amerika Serikat di wilayah tersebut. Salah satu kerugian paling besar adalah hancurnya sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 early warning radar yang berada di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar.
Radar raksasa tersebut dikenal sebagai salah satu sistem peringatan dini paling canggih milik Amerika Serikat yang mampu mendeteksi peluncuran rudal hingga lebih dari 5.000 kilometer. Nilai perangkat tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp18,6 triliun.
Namun laporan menyebutkan sistem berteknologi tinggi itu berhasil dilumpuhkan oleh serangan drone murah yang diluncurkan Iran, menjadi pukulan serius bagi jaringan pertahanan udara global Washington.
Kerugian militer Amerika tidak berhenti di sana. Tiga jet tempur F-15E Strike Eagle dengan nilai sekitar Rp4,7 triliun dilaporkan hancur akibat insiden friendly fire oleh sistem pertahanan udara milik Kuwait.
Selain itu, serangan Iran juga disebut berhasil melumpuhkan terminal komunikasi satelit di markas Armada Kelima Amerika Serikat yang berada di Bahrain. Serangan tersebut juga dilaporkan merusak komponen radar sistem pertahanan rudal THAAD yang ditempatkan di Uni Emirat Arab.
Rangkaian kerusakan ini dinilai menunjukkan bahwa persenjataan mahal dan berteknologi tinggi tidak selalu kebal terhadap taktik perang asimetris, terutama serangan menggunakan drone berbiaya jauh lebih murah namun efektif.
Sumber: Kompas
(R01-R12-Red-BFN)






