banner 728x250

Tekan Populasi Anjing Liar, Pemkab Lombok Timur Gencarkan Sterilisasi Berbasis Kolaborasi

banner 120x600
banner 468x60

Faktadetiknews – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai mengarahkan kebijakan baru dalam mengatasi meningkatnya populasi anjing liar yang dinilai berdampak pada kenyamanan dan keamanan warga. Pendekatan yang diambil kini lebih menitikberatkan pada pengendalian populasi melalui program sterilisasi dan vaksinasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Langkah tersebut dibahas dalam kegiatan workshop yang digelar oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, seperti tenaga medis hewan, unsur Dinas Kesehatan, komunitas pemerhati hewan, hingga lembaga non-pemerintah internasional.

banner 325x300

Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya, menyampaikan bahwa metode penanganan dengan cara pemusnahan tidak lagi dianggap relevan. Selain berpotensi menimbulkan penolakan, cara tersebut dinilai tidak mampu memberikan solusi jangka panjang terhadap pertumbuhan populasi anjing liar.

Ia menegaskan bahwa sterilisasi merupakan pilihan yang lebih efektif, meskipun membutuhkan perencanaan matang, tenaga profesional, serta dukungan anggaran yang cukup besar. Program ini juga harus dilakukan secara konsisten agar hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, pemerintah daerah masih menghadapi kendala berupa keterbatasan data mengenai jumlah populasi anjing liar. Oleh karena itu, forum workshop diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret, termasuk peluang kerja sama dengan pihak eksternal guna mendukung pelaksanaan program.

Selain pengendalian populasi, isu pengelolaan sampah turut menjadi perhatian. Lingkungan dengan banyak sampah terbuka dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu berkembangnya anjing liar. Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan memilah dan mengelola sampah dari rumah.

Berdasarkan data, sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 170 kasus gigitan anjing di Lombok Timur. Sementara pada tahun 2026, angka tersebut terus meningkat meskipun belum memasuki pertengahan tahun. Kendati demikian, wilayah ini masih berstatus bebas rabies, yang menjadi capaian penting untuk dipertahankan.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga ahli, dan masyarakat, diharapkan upaya pengendalian populasi anjing liar dapat berjalan lebih efektif serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman tanpa mengabaikan kesejahteraan hewan.(red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *