ENDE, NTT //faktaderiknews.biz.id. – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 18–19 Juni 2026 untuk memastikan pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah pusat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Setibanya di Ende, Wapres Gibran bersama rombongan disambut secara adat melalui tarian Wanda Pere Ende. Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, kemudian menyematkan kain tenun khas Ende sebagai simbol penghormatan dan penerimaan masyarakat setempat.
Dalam kunjungan itu, Gibran turut didampingi lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Sanata Dharma, dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI).
Salah satu agenda utama Wapres di Ende adalah meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Ndona dan SD Negeri Wolomoni. Program yang menjadi salah satu prioritas nasional tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda, terutama di wilayah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Di hadapan para siswa, guru, dan masyarakat, Gibran menegaskan bahwa pelaksanaan Program MBG harus benar-benar menyentuh kelompok yang membutuhkan, terutama masyarakat yang berada di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal).
“Pelaksanaan program ini harus tepat sasaran,” tegas Gibran saat berdialog dengan warga.
Wapres juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam tata kelola Program MBG. Karena itu, pemerintah berkomitmen terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan agar program tersebut berjalan efektif, transparan, dan terbebas dari praktik korupsi.
Selain meninjau MBG, Gibran juga mendatangi lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sebelumnya menjadi perhatian publik. Lokasi tersebut sempat menuai kontroversi setelah akses menuju koperasi dibangun melalui area SD Negeri Wolomoni hingga mengakibatkan kerusakan pada lingkungan sekolah.
Di lokasi tersebut, Wapres melihat langsung kondisi sekolah yang sempat terdampak pembangunan. Setelah mendapat sorotan dari masyarakat dan berbagai pihak, pembangunan akses di area sekolah akhirnya dibatalkan dan pemerintah mulai melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang rusak.
Gibran juga meninjau perkembangan persiapan Program Koperasi Desa Merah Putih serta berdialog dengan masyarakat mengenai manfaat program tersebut bagi penguatan ekonomi desa dan peningkatan kesejahteraan warga.
Kehadiran Wapres di Ende mendapat perhatian masyarakat yang antusias menyambut kedatangannya. Selain berdialog dengan warga, Gibran juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para siswa dan tenaga pendidik di sekolah yang dikunjunginya.
Kunjungan kerja di NTT berakhir pada Jumat (19/6/2026). Dari Bandara El Tari, Kupang, Wapres bertolak menuju Gorontalo untuk melanjutkan rangkaian agenda kerja nasional.
Di Gorontalo, Gibran dijadwalkan membuka Pekan Nasional Petani Nelayan XVII (PENAS XVII) pada 20 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi forum nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan Indonesia. ( JR )


















