PONOROGO, Faktadetiknews – Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin kompetitif terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui langkah nyata yang diambil PT BPR Ekadharma Bhinaraharja dengan menggelar pelatihan penguatan kapasitas UMKM sekaligus memperkenalkan program kolaboratif bertajuk BAGUS di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bank Ekadharma dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Sebanyak 100 pelaku usaha dari berbagai sektor mengikuti pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, legalitas, hingga strategi pengembangan bisnis berkelanjutan.
Tingkatkan Daya Saing UMKM Lewat Edukasi dan Pendampingan
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi komprehensif yang disampaikan oleh Wakil Ketua KADIN Ponorogo Bidang UMKM, Sunarto. Materi yang diberikan mencakup pentingnya legalitas usaha, pengurusan perizinan produk, pengelolaan bisnis yang profesional, hingga strategi pemasaran yang mampu meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Pelatihan ini diharapkan mampu membantu para pelaku usaha memahami pentingnya membangun fondasi bisnis yang kuat agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
“UMKM yang memiliki legalitas lengkap dan manajemen usaha yang baik akan lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kepercayaan konsumen,” terang Sunarto dalam pemaparannya.
Program BAGUS, Kolaborasi Lima Pilar untuk Kemajuan Ekonomi Rakyat
Selain memberikan pelatihan, Bank Ekadharma juga memperkenalkan program unggulan terbarunya yang diberi nama BAGUS.
Program ini merupakan akronim dari Businessman (Pengusaha/UMKM), Akademisi, Government (Pemerintah), Ulama, dan Society (Masyarakat). Konsep tersebut digagas oleh Pemegang Saham Pengendali sekaligus Komisaris Bank Ekadharma, Dr. Arqom Kuswanjono, M.Hum., sebagai model sinergi multipihak dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan.
Menurut Arqom, keberhasilan pengembangan UMKM tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi antara dunia usaha, akademisi, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat agar tercipta ekosistem ekonomi yang sehat, berkelanjutan, dan saling mendukung.
Program BAGUS diharapkan menjadi wadah strategis yang mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan peluang usaha, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, serta memperkuat ekonomi lokal.
Plt. Bupati Ponorogo Soroti Pentingnya Disiplin Keuangan
Pelatihan UMKM Program BAGUS dibuka langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang disiplin sebagai kunci keberhasilan usaha.
Menurutnya, salah satu kendala yang masih banyak ditemukan di kalangan pelaku usaha mikro adalah belum adanya pemisahan yang jelas antara keuangan usaha dan kebutuhan rumah tangga.
“Permasalahan yang sering terjadi adalah tercampurnya uang usaha dengan kebutuhan keluarga. Akibatnya, modal usaha, termasuk dana pinjaman dari perbankan, tidak dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan usaha,” ujar Lisdyarita.
Ia berharap melalui pelatihan seperti ini, para pelaku UMKM semakin memahami pentingnya pencatatan keuangan yang tertib sehingga bisnis dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
Bank Ekadharma Wujudkan Tagline “Migunani Tumraping Liyan”
Direktur Utama Bank Ekadharma, Dwiatmodjo Bahagio, SP., MM., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan implementasi nyata dari semangat perusahaan yang mengusung tagline “Migunani Tumraping Liyan”, yang berarti bermanfaat bagi sesama.
Menurutnya, masih banyak UMKM yang memiliki produk berkualitas namun terkendala dalam aspek administrasi dan pelaporan keuangan. Kondisi tersebut sering menjadi hambatan ketika pelaku usaha ingin mengembangkan bisnis atau mengakses pembiayaan yang lebih besar.
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan edukasi dan pendampingan agar UMKM dapat berkembang secara lebih profesional,” jelasnya.
Terinspirasi Pemikiran Bung Hatta tentang Ekonomi Kekeluargaan
Di hadapan para peserta, Dr. Arqom Kuswanjono juga memaparkan filosofi yang menjadi dasar lahirnya Program BAGUS. Ia menyebut konsep tersebut terinspirasi dari gagasan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kekeluargaan yang diperjuangkan oleh Proklamator Republik Indonesia, Mohammad Hatta.
Menurut Arqom, dunia usaha seharusnya dibangun dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, bukan persaingan yang saling menjatuhkan.
“Membangun usaha tidak harus dengan cara saling menguasai atau menjatuhkan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa tumbuh dan maju bersama demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Membangun UMKM yang Tangguh dan Berkelanjutan
Melalui pelatihan penguatan kapasitas dan peluncuran Program BAGUS, Bank Ekadharma berharap dapat melahirkan lebih banyak UMKM yang memiliki legalitas lengkap, manajemen keuangan yang sehat, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan ekonomi dan teknologi.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan pencipta lapangan kerja yang berkelanjutan.
Dengan kolaborasi yang kuat antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, tokoh agama, dan masyarakat, UMKM Ponorogo diharapkan mampu naik kelas, memperluas pasar, serta menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.
Pewarta: Muhsoleh
Editor: Faktadetiknews


















