Internasional Faktadetiknews — Ketegangan militer di kawasan Teluk Persia meningkat tajam setelah Iran melancarkan serangan terhadap sebuah kapal tanker milik Amerika Serikat pada Kamis pagi, 5 Maret 2026.Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan serangan tersebut sebagai aksi balasan atas tenggelamnya kapal perang Iran, IRIS Dena, yang sebelumnya diserang oleh militer Amerika Serikat di wilayah Samudra Hindia.Media pemerintah Iran melaporkan kapal tanker Amerika itu terbakar hebat setelah dihantam serangan. Asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi di atas perairan utara Teluk Persia, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas keamanan kawasan tersebut.Serangan balasan ini terjadi hanya beberapa jam setelah fregat Iran, IRIS Dena, dilaporkan tenggelam akibat serangan torpedo dari kapal selam Amerika Serikat di perairan lepas pantai selatan Sri Lanka.Insiden tersebut menimbulkan korban besar di pihak Iran. Sedikitnya 87 pelaut dilaporkan tewas, sementara lebih dari 60 lainnya masih dinyatakan hilang di tengah operasi pencarian di laut terbuka.Sebanyak 32 awak kapal, termasuk komandan kapal dan beberapa perwira senior, berhasil diselamatkan dari perairan yang bergelombang.
Sebelum tenggelam, IRIS Dena diketahui sedang dalam perjalanan pulang menuju Iran setelah mengikuti latihan angkatan laut internasional di Visakhapatnam, India.Menanggapi insiden tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Amerika Serikat. Dalam pernyataan melalui media sosial, ia menyebut serangan terhadap kapal Iran sebagai tindakan berbahaya yang dapat memicu konflik lebih luas.“Amerika Serikat akan sangat menyesali preseden yang telah mereka buat ini,” tulis Araghchi.
Sementara itu, IRGC juga menyatakan bahwa seluruh lalu lintas kapal yang melintasi Selat Hormuz kini berada dalam pengawasan mereka.Jalur sempit tersebut merupakan salah satu rute paling vital bagi perdagangan minyak dunia, sehingga setiap eskalasi militer di wilayah itu berpotensi mengguncang pasar energi global.Hingga kini, komunitas internasional masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait konflik di lautan ini. Banyak pihak khawatir rangkaian serangan tersebut dapat berkembang menjadi konfrontasi militer yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.(R01-R12-Red-BFN)
Iran Serang Tanker AS di Teluk Persia, Balasan atas Tenggelamnya Fregat IRIS Dena

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu
Banten, Faktadetiknews, Sabtu (07/03/2026) – Kordinator DPP Yayasan Bantuan Hukum Pembela dan Bantuan Hukum Nusantara…
FAKTADETIKNEWS//- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan memicu kerugian militer besar bagi Washington. Dalam…
OKI, Faktadetiknews – Dugaan tindak kekerasan terhadap seorang anak terjadi di Desa Pulau Betung, Kecamatan…
BREBES Faktadetiknews- Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Penanggung Jawab Operasional (PJO) TNI Manunggal Membangun Desa…
Brebes Faktadetiknews – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Penanggung Jawab Operasional (PJO) TNI Manunggal Brebes…
BREBES Faktadetiknews – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Penanggung Jawab Operasional (PJO) TNI Manunggal Membangun…





