banner 728x250
Berita  

KSAL Jamin Masa Depan Anak Prajurit Marinir Korban Longsor di Cisarua

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, Faktadetiknews//— Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memberikan perhatian penuh terhadap nasib keluarga 23 prajurit Marinir yang menjadi korban longsor di kawasan latihan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. TNI Angkatan Laut menegaskan akan menjamin masa depan anak-anak para prajurit yang gugur dalam peristiwa tersebut.

banner 325x300

KSAL Muhammad Ali menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya para prajurit Marinir saat menjalankan tugas negara. Ia menegaskan bahwa seluruh hak keluarga korban akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

“TNI AL menjamin seluruh hak para prajurit yang gugur dan keluarga akan dipenuhi sepenuhnya sesuai peraturan perundang-undangan,” ujar Muhammad Ali dalam keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal), Kamis (29/1/2026).

Selain santunan dan hak kedinasan, KSAL memastikan pendidikan anak-anak korban menjadi prioritas. TNI AL akan memberikan beasiswa penuh hingga jenjang pendidikan sarjana.

Tak hanya itu, KSAL juga membuka kesempatan bagi anak-anak prajurit yang ingin mengikuti jejak orang tuanya mengabdi sebagai prajurit TNI.

“Akan diberikan kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI atau TNI AL, serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban,” tambahnya.

Tragedi longsor tersebut terjadi saat para prajurit melaksanakan latihan pratugas satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Papua Nugini (PNG) pada Sabtu (24/1/2026). Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut memicu pergerakan tanah di lokasi latihan.

Hingga Rabu (28/1/2026), tim SAR gabungan bersama prajurit TNI AL berhasil mengevakuasi lima jenazah korban, masing-masing Serda (Mar) Sidiq Hariyanto, Praka (Mar) Muhammad Koriq, Praka (Mar) Andre Nicky Olga Suwita, Praka (Mar) Ari Kurniawan, serta Pratu (Mar) Febry Bramantio.

Kelima jenazah telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing dan dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa dan pengabdian mereka.

Sementara itu, proses pencarian terhadap 18 prajurit lainnya masih terus dilakukan. Sebanyak 200 personel Marinir diterjunkan untuk menyisir lokasi longsor bersama tim SAR gabungan dari berbagai instansi terkait.

Untuk mempercepat proses evakuasi, tim gabungan mengerahkan berbagai peralatan dan teknologi, di antaranya drone, sensor termal, anjing pelacak, serta alat berat untuk membuka akses di area terdampak longsor.

KSAL menegaskan bahwa dedikasi para prajurit yang gugur merupakan bentuk pengorbanan tertinggi bagi bangsa dan negara.

“Dedikasi dan loyalitas ke-23 prajurit yang gugur dalam latihan ini adalah wujud nyata pengorbanan tertinggi prajurit Jalasena demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

(R01-R12-Red-BFN)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *