banner 728x250
Berita  

Refleksi Moral: “Hindari Penyakit Lupa Diri” dalam Kehidupan dan Profesi

banner 120x600
banner 468x60

PALEMBANG, Faktadetiknews — Fenomena “lupa diri” dinilai menjadi salah satu sikap yang kerap muncul dalam kehidupan sosial, terutama ketika seseorang mulai meraih keberhasilan atau posisi tertentu.

banner 325x300

Sikap tersebut seringkali membuat seseorang melupakan asal-usul, nilai-nilai kehidupan, hingga orang-orang yang pernah membantu dalam perjalanan hidupnya.

Dalam sebuah refleksi moral yang beredar di kalangan masyarakat, disebutkan bahwa gejala “lupa diri” biasanya ditandai dengan sikap sombong dan merasa paling unggul dibandingkan orang lain.

Orang yang terjangkit sikap tersebut cenderung mengabaikan prinsip hidup yang benar dan melupakan masa-masa sulit yang pernah mereka alami.

Padahal, menurut pandangan moral dan keagamaan, setiap manusia seharusnya tetap mengingat perjalanan hidupnya, termasuk saat berada dalam kondisi sulit atau belum memiliki kedudukan dan pekerjaan.

Sikap rendah hati dan menghargai orang lain menjadi kunci agar seseorang tidak terjerumus dalam sifat sombong.

Tulisan refleksi tersebut juga menyinggung perjalanan seseorang yang pernah dibina dan dididik dalam dunia jurnalistik oleh seorang wartawan senior hingga mampu bergabung dengan media massa yang cukup dikenal di tingkat nasional.

Namun setelah merasa mampu menguasai berbagai hal dalam dunia media, orang tersebut justru melupakan pihak-pihak yang telah membimbingnya.

Menurut penulis refleksi itu, sikap lupa terhadap jasa orang lain merupakan perilaku yang tidak patut ditiru.

Ia mengingatkan bahwa dalam kehidupan, setiap perbuatan akan memiliki konsekuensi dan hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui segala hal yang terjadi.

Selain itu, tulisan tersebut juga menyoroti realitas dalam dunia pers. Disebutkan bahwa membangun sebuah media, terutama media cetak, membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Bahkan untuk mendirikan media cetak diperlukan dana yang cukup besar, sementara untuk media online tetap memerlukan modal operasional seperti peralatan, pengelolaan situs, serta biaya administrasi perusahaan.

Karena itu, para wartawan diingatkan agar tidak hanya mengejar identitas profesi semata, seperti kartu tanda anggota (KTA), tetapi juga menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dengan tetap menghasilkan karya pemberitaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pesan moral yang disampaikan dalam tulisan tersebut menekankan pentingnya menjaga etika, menghargai proses, serta tidak melupakan jasa orang-orang yang pernah membantu dalam perjalanan karier maupun kehidupan.

Sikap rendah hati dan rasa syukur dinilai menjadi kunci agar seseorang tidak terjebak dalam sikap “lupa diri”.

(R01–RED)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *