banner 728x250

Terowongan Tol Semarang, Seperti “Tong Setan”,DPRD Dan Wali Kota Tegaskan Siap Bersama Masyarakat

banner 120x600
banner 468x60

SEMARANG, Faktadetiknews – Anggota DPRD Kota Semarang Komisi C dari Fraksi Gerindra, Nunung Sriyanto SH.,MM menegaskan komitmennya untuk turut berjuang bersama masyarakat dan Pemkot atas dampak banjir di sejumlah terowongan bawah jalan tol di Kota Semarang.

banner 325x300

Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung kepada beberapa awak media saat menerima langsung keluhan warga di ruang kerjanya, Kamis(22/1/2026).

Nunung mengaku prihatin atas kondisi terowongan, khususnya jalur bawah tol yang menghubungkan Tambak Dalam-Muktiharjo Kidul yang kerap tergenang air meskipun tanpa hujan lebat.

Kondisi tersebut dinilai telah berlangsung bertahun-tahun dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.Keluhan warga disampaikan oleh Widiastono, sesepuh masyarakat Muktiharjo Kidul, yang menyebut terowongan tersebut sempit, pendek, dan menjadi titik rawan banjir.

Saat tergenang, terowongan itu menyerupai “Tong Setan” dan kerap membuat kendaraan jadi mogok bahkan rusak.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif menyuarakan persoalan banjir di terowongan tol. Ia menegaskan Pemerintah Kota Semarang akan terus berdiri bersama masyarakat untuk mendorong penyelesaian masalah tersebut.

“Genangan air di terowongan tol kerap melumpuhkan aktivitas warga dan membahayakan keselamatan. Pemerintah Kota Semarang akan mendorong solusi terbaik bersama pihak terkait,” Ujar Agustina, Minggu (18/1/2026).

Hingga kini, banjir masih rutin terjadi di sejumlah terowongan bawah tol, di antaranya Terowongan Jalan Tambak Dalem-Muktiharjo Kidul, Soekarno-Hatta, Jalan Medoho dan sejumlah titik lainnya Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat kerap jadi mogok,tidak dapat melintas bahkan sampai rusak.

Tokoh masyarakat sekaligus pengacara kondang, KRT Dr. H. Budiyono Rekso Pradoto, S.H., M.H., menyatakan siap menempuh langkah hukum apabila pengelola jalan tol tidak menunjukkan itikad baik dalam menangani persoalan tersebut.

“Ini merupakan persoalan kronis yang mengancam keselamatan publik. Jika tidak ada penanganan serius, kami siap melayangkan somasi hingga gugatan class action,” Tegas H Budiyono.

Warga menilai banjir di terowongan bawah tol sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengelola jalan tol. Pasalnya, sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi telah ditingkatkan oleh Pemerintah Kota Semarang,seperti Contohnya Jalan Medoho yang sudah di tinggikan dengan bahan beton dan lebar,namun terowongan justru tetap menjadi titik terendah dengan sistem drainase yang tidak memadai.

Salah satu warga asli Kota Semarang yang turut terdampak, Wahyudi, mendesak “Pengelola tol harus segera melakukan penanganan konkret dan berkelanjutan, seperti peninggian dan pelebaran terowongan Tol serta perbaikan sistem drainase, guna menjamin keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat Kota Semarang.”Pungkas Wahyudi dengan nada Tinggi

(Timsus Jejak Media JatengJaten l Melaporkan Dari Kota Semarang)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *