TANJUNG ENIM, Faktadetiknews – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, terus mendorong pengembangan hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita serta amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menekankan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Di tengah dinamika global seperti ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok, dan fluktuasi harga energi, penguatan ketahanan energi menjadi prioritas banyak negara, termasuk Indonesia. Saat ini, ketergantungan terhadap impor LPG masih cukup tinggi dan berdampak pada tekanan neraca perdagangan serta beban subsidi energi.
Melalui proyek hilirisasi batu bara menjadi DME, PTBA bersama Pertamina berupaya menghadirkan energi alternatif berbasis sumber daya dalam negeri sekaligus menciptakan nilai tambah industri batu bara nasional.
CEO/Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari percepatan proyek strategis nasional untuk memperkuat fondasi ekonomi dan energi Indonesia.
“Pengembangan DME di Tanjung Enim menjadi langkah penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang saat ini masih mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional,” ujarnya saat groundbreaking proyek hilirisasi fase II.
Komisaris Utama MIND ID, Fuad Bawazier, menegaskan bahwa proyek DME memberikan manfaat besar bagi negara, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Banyak manfaat yang tidak sepenuhnya tercermin dalam laporan keuangan korporasi. Karena itu, dukungan semua pihak sangat diperlukan agar proyek ini dapat berjalan sesuai target,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyebut hilirisasi batu bara menjadi bagian dari strategi peningkatan nilai tambah sumber daya mineral dan batu bara Indonesia.
“MIND ID akan terus mendorong sinergi antar anggota grup dan mitra strategis agar proyek ini berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menambahkan bahwa proyek DME merupakan bentuk kesiapan perseroan dalam menjawab tantangan energi nasional.
“Proyek ini tidak hanya sekadar proyek industri, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kedaulatan energi, mendorong industrialisasi nasional, serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan,” jelasnya.
Senada, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menyebut pengembangan DME sebagai langkah strategis untuk mengurangi impor LPG, menghemat devisa, dan memperkuat industri domestik.
Selain itu, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga pertumbuhan industri pendukung di daerah.
Dengan dukungan pemerintah dan sinergi lintas sektor, proyek hilirisasi batu bara menjadi DME diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.
(R01-R12-Red-BFN)


















