
Faktadetiknews – Lombok Timur – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur menghadapi tantangan dalam aspek kualitas air yang digunakan untuk memasak. Hingga kini, sebagian besar dapur penyedia makanan masih memanfaatkan air isi ulang yang belum tentu memenuhi standar kesehatan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian PT Energi Selaparang, produsen air minum dalam kemasan (AMDK) merek Asel. Perusahaan daerah ini mendorong penggunaan air kemasan yang telah melalui proses uji kualitas, guna menjamin keamanan makanan bagi penerima manfaat program. Direktur utama PT Energi Selaparang, Joyo Supeno, menyampaikan bahwa baru sekitar 15 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah menggunakan air galon berstandar. Sisanya masih bergantung pada air isi ulang yang dinilai berisiko jika tidak terkontrol kualitasnya.
“Air adalah komponen utama dalam memasak. Jika kualitasnya tidak terjamin, maka kualitas makanan juga ikut terpengaruh,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketentuan dari Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa seluruh bahan yang digunakan dalam program MBG harus aman dan telah tersertifikasi, termasuk air. Penggunaan produk lokal yang memiliki legalitas juga menjadi bagian dari kebijakan tersebut.
Dari sisi kesiapan, PT Energi Selaparang mengaku mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk dapur MBG. Perusahaan saat ini memproduksi ratusan galon per hari, serta air kemasan dalam bentuk botol dan gelas. Seluruh produk dipastikan melalui pengujian laboratorium sebelum didistribusikan.
Untuk memperluas jangkauan, perusahaan mengandalkan jaringan agen yang telah tersebar di berbagai kecamatan di Lombok Timur. Selain itu, kerja sama dengan koperasi desa tengah dijajaki guna memperkuat distribusi hingga ke tingkat desa.
Pemerintah daerah bersama TNI dan Dinas Kesehatan terus menekankan pentingnya standar keamanan pangan dalam program MBG. Penggunaan air yang layak konsumsi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas makanan yang disajikan.
Dengan ketersediaan stok yang mencukupi dan harga yang kompetitif, PT Energi Selaparang optimistis dapat mendorong dapur-dapur MBG beralih ke penggunaan AMDK, demi memastikan keamanan dan kesehatan masyarakat di Lombok Timur.(red)


















