banner 728x250

PTBA Perkuat Transisi Energi Lewat Uji Coba Cofiring Biomassa di PLTU Banko Barat

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNG ENIM, Faktadetiknews – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon melalui pelaksanaan Uji Coba Cofiring Tahap II di PLTU Mulut Tambang Banko Barat berkapasitas 3×10 MW pada 9–10 Juni 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari langkah dekarbonisasi perusahaan guna mewujudkan operasional pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.

banner 325x300

Pada uji coba tahap kedua ini, PTBA memanfaatkan biomassa berupa wood pellet Kaliandra Merah sebesar 2 persen dan biomassa campuran dari tanaman pulai, akasia, serta puspa sebesar 3 persen. Persentase penggunaan biomassa tersebut meningkat dibandingkan uji coba tahap pertama pada September 2025 yang masing-masing menggunakan biomassa hasil land clearing sebesar 1 persen.

Mine Development Department Head PTBA, Ferry Fadri Al Ilham, mengatakan uji coba dilakukan dengan parameter yang sama seperti tahap sebelumnya, namun dengan peningkatan jenis dan volume biomassa.

“Uji coba ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PTBA untuk mengoptimalkan pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi pendamping batu bara. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi dalam pengembangan implementasi cofiring ke depan,” ujarnya.

Menurut Ferry, pelaksanaan uji coba berlangsung lancar tanpa memerlukan perubahan pada konstruksi maupun sistem utama pembangkit yang telah beroperasi.

Sementara itu, Direktur PT Bukit Energi Servis Terpadu (BEST), Zulkurniadi, menjelaskan bahwa penerapan cofiring tidak mengubah sistem operasional PLTU yang sudah berjalan. Keandalan operasional tetap terjaga berkat penggunaan boiler tipe Circulating Fluidized Bed (CFB) yang dimiliki PLTU Banko Barat.

“Meskipun biomassa memiliki nilai kalor lebih rendah dibandingkan batu bara, performa dan keandalan pembangkit tetap dapat dipertahankan,” katanya.

Penyediaan biomassa Kaliandra Merah merupakan hasil kolaborasi PTBA dengan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) yang sejak Januari 2024 telah mengembangkan Kebun Energi, termasuk membangun fasilitas pengolahan wood pellet.

Guru Besar Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohammad Nurcholis, M.Si., menjelaskan bahwa Kaliandra Merah memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida sekaligus menghasilkan biomassa berkualitas tinggi dengan nilai kalor di atas 4.300 kilokalori per kilogram.

“Karakteristik tersebut memungkinkan biomassa digunakan dalam proses pembakaran tanpa menurunkan kualitas energi yang dihasilkan,” jelasnya.

Selain mendukung program dekarbonisasi, PTBA juga menyiapkan keberlanjutan pasokan biomassa melalui pengembangan Kebun Energi. Kaliandra Merah dipilih karena merupakan tanaman cepat tumbuh (fast-growing), memiliki kandungan energi tinggi, dan mampu tumbuh kembali setelah dipanen tanpa perlu penanaman ulang.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menegaskan bahwa kolaborasi antara industri, akademisi, dan perusahaan menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi PTBA menuju perusahaan energi berkelanjutan.

“Langkah ini merupakan bukti nyata komitmen Perseroan dalam mendukung ketahanan energi nasional, mengurangi emisi karbon, dan mempercepat transisi menuju masa depan energi yang lebih bersih,” tutup Eko.Versi ini sudah disusun dengan format yang lebih sesuai untuk media cetak dan publikasi koran daerah.

(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *