PIDIE, faktadetiknews.biz.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pidie, Drs. Samsul Azhar, didampingi Kasatpol PP dan WH Pidie Farizal, A.P., M.A.P., Kabid Pengembangan Perdagangan Disperdagkop UKM Herizal, S.E., Camat Kota Sigli Husaini, S.Sos., Camat Pidie Mahdi, S.Sos., unsur Forkopimcam, serta sejumlah pejabat terkait meninjau langsung pelaksanaan pasar murah di depan gerbang Pidie Convention Center (PCC) Sigli, Senin (13/7/2026).
Pasar murah yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperdagkop UKM) tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Aksi Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Kegiatan tahap pertama berlangsung pada 13–22 Juli 2026 di 10 kecamatan sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga.
Kasatpol PP dan WH Pidie, Farizal, menjelaskan bahwa Gerakan Aksi Indonesia ASRI merupakan tindak lanjut Surat Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Nomor 100.2.4/e.905/BAK tanggal 26 Juni 2026. Dalam pelaksanaannya, Satpol PP dan Satlinmas berperan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti senam sehat, gotong royong, penanaman pohon, donor darah, hingga pasar murah.
Sementara itu, Kabid Pengembangan Perdagangan Disperdagkop UKM Pidie, Herizal, mengatakan pembelian di pasar murah menggunakan sistem kupon agar penyaluran subsidi tepat sasaran dan berlangsung tertib. Empat komoditas yang dijual dengan harga subsidi yakni beras premium 5 kilogram seharga Rp68.000 dari harga pasar Rp88.000, gula pasir Rp16.000 per kilogram dari harga pasar Rp20.000, minyak goreng Bimoli Rp21.000 per liter dari harga pasar Rp25.000, serta telur ayam layer Rp39.000 per papan dari harga pasar Rp48.000.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.
Bahkan sejumlah ibu rumah tangga menyampaikan apresiasi kepada Sekda Pidie saat meninjau lokasi. “Terima kasih bapak-bapak Pemkab Pidie, barang di sini murah sekali, kami bisa beli lebih banyak,” ujar salah seorang warga.
Sekda Pidie, Drs. Samsul Azhar, mengatakan pasar murah merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung program nasional pengendalian inflasi. Menurutnya, selain menjaga ketersediaan barang dan kestabilan harga, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata Pemkab Pidie untuk meringankan beban masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Disperdagkop UKM Pidie, Cut Afrianidar, S.H., M.Si., C.P.M.P., menjelaskan bahwa pasar murah tahap pertama digelar di 10 kecamatan, yakni Kecamatan Pidie (13 Juli), Glumpang Baro (14 Juli), Mutiara Timur (15 Juli), Simpang Tiga (16 Juli), Kota Sigli (17 Juli), Batee (18 Juli), Muara Tiga (19 Juli), Peukan Baro (20 Juli), Grong-Grong (21 Juli), dan Padang Tiji (22 Juli).
Ia menambahkan, empat komoditas yang disubsidi dengan harga 10–20 persen lebih murah dari harga pasar meliputi Beras Cap Dua Mawar Yusima, gula pasir, minyak goreng Bimoli, dan telur ayam layer. Pemerintah Kabupaten Pidie berharap program ini dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi di daerah.
(R.01/R024/HS Red/BPN)


















