banner 728x250

Rumah Bersejarah Gubernur Achmad Bastari di Jalan Merdeka Palembang Kini Terbuka untuk Publik

banner 120x600
banner 468x60

PALEMBANG, Faktadetiknews — Sebuah rumah bergaya kolonial Belanda yang berdiri megah di kawasan Jalan Merdeka, Palembang, menyimpan jejak sejarah penting bagi perjalanan pemerintahan di Sumatera Selatan. Rumah tersebut diketahui merupakan kediaman mantan Gubernur Sumsel, Achmad Bastari.

banner 325x300

Bangunan yang berada di sudut Jalan Soak Bato menuju Pasar Soak Bato dan berdekatan dengan Puskesmas Merdeka itu dahulu dikenal tertutup. Pada era 1990-an, ketika para jurnalis Harian Sumatera Ekspres bekerja hingga larut malam mengejar deadline cetak, rumah besar yang berada tepat di seberang kantor redaksi itu kerap terlihat sunyi.

Rumah berpagar tinggi tersebut jarang memperlihatkan aktivitas penghuninya. Namun belakangan diketahui bahwa bangunan luas dan asri itu merupakan rumah pribadi Achmad Bastari, gubernur yang memimpin Sumatera Selatan pada periode 1959–1963.

Kini, rumah bersejarah tersebut tidak lagi dihuni oleh keluarga sang gubernur. Bangunan itu telah dialihfungsikan menjadi tempat makan dan minum sehingga masyarakat umum dapat masuk dan melihat langsung bagian dalam rumah yang sarat nilai sejarah tersebut.

Achmad Bastari sendiri lahir pada 8 Oktober 1910 di Dusun Serba Nyaman, Desa Campang Tiga, wilayah yang kini masuk Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Ia berasal dari keluarga yang memiliki peran penting dalam kepemimpinan adat dan pemerintahan di daerahnya. Ayahnya dikenal sebagai seorang guru bernama Daud.

Sebelum menjadi gubernur, Bastari yang berpangkat Mayor Jenderal Polisi pernah menjabat Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah yang juga mencakup wilayah Yogyakarta pada periode 1954–1960.

Selama memimpin Sumatera Selatan, Bastari dikenal mendorong sejumlah program pembangunan strategis.

Ia memfasilitasi pembangunan pabrik pupuk PT Pupuk Sriwidjaja serta menyiapkan infrastruktur awal bagi berdirinya Universitas Sriwijaya.
Selain itu, Bastari juga berperan dalam memperjuangkan pembangunan jembatan penyeberangan Sungai Musi.

Ia mendesak Presiden Soekarno agar memberikan dukungan pendanaan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan pembangunan Jembatan Ampera, yang kini menjadi ikon Kota Palembang.

Achmad Bastari wafat di Jakarta pada 13 Oktober 1992. Sesuai wasiatnya, jenazahnya dimakamkan di pemakaman umum Puncak Sekuning, Palembang.

Menariknya, kawasan Jalan Merdeka juga pernah menjadi tempat tinggal gubernur Sumsel lainnya. Selain Achmad Bastari, mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin juga memiliki rumah di kawasan tersebut. Jarak antara kediaman kedua tokoh itu tidak terlalu jauh, bahkan dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Kini, rumah tua peninggalan Achmad Bastari bukan hanya menjadi saksi sejarah perjalanan seorang pemimpin daerah, tetapi juga bagian dari warisan arsitektur dan sejarah Kota Palembang yang dapat dinikmati masyarakat luas.

(R01-R12-RED-BFN)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *