CILACAP, Faktadetiknews – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Jawa, Kelurahan Gunungsimping, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, mendadak menjadi sorotan publik setelah puluhan relawan melakukan aksi penyegelan pada Sabtu (30/5/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap manajemen dapur SPPG Gunungsimping 01 yang dinilai gagal membangun hubungan kerja yang harmonis dengan para relawan. Selain memasang spanduk bertuliskan “Disegel”, para relawan juga menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk pergantian manajemen dan mitra pengelola dapur.
Peristiwa ini menambah daftar tantangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang selama ini menjadi salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.
Konflik Internal Diduga Berlangsung Sejak Lama
Berdasarkan keterangan sejumlah relawan, aksi penyegelan bukan terjadi secara tiba-tiba. Mereka mengaku telah mengalami berbagai persoalan internal yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Asisten Lapangan SPPG Gunungsimping 01, Riswantoro, mengatakan konflik antara relawan dengan pihak manajemen maupun staf dapur sering terjadi dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Menurutnya, relawan kerap menjadi pihak yang disalahkan ketika muncul berbagai kendala dalam proses pelayanan makanan, mulai dari kekurangan bahan baku hingga keterlambatan distribusi makanan kepada penerima manfaat.
“Relawan sering kali menjadi pihak yang menerima konsekuensi ketika terjadi permasalahan operasional. Padahal banyak faktor yang mempengaruhi jalannya kegiatan di lapangan,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut telah menciptakan suasana kerja yang tidak nyaman dan memicu menurunnya kepercayaan relawan terhadap manajemen dapur.
Dugaan PHK Sepihak Memicu Kekecewaan Relawan
Selain persoalan komunikasi internal, relawan juga menyoroti dugaan penghentian hubungan kerja secara sepihak yang dilakukan saat operasional dapur sedang dihentikan sementara.
Diketahui sebelumnya, operasional dapur sempat mendapatkan penghentian sementara (suspend) dari Badan Gizi Nasional (BGN) setelah ditemukan sejumlah catatan dalam inspeksi lapangan.
Saat masa penghentian sementara berlangsung, relawan mengaku memperoleh informasi bahwa pihak pengelola justru membuka proses rekrutmen tenaga relawan baru.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan relawan lama yang hingga kini mengaku belum memperoleh kejelasan mengenai status mereka.
“Kami masih merasa menjadi bagian dari relawan aktif, namun di saat yang sama muncul informasi adanya perekrutan relawan baru. Ini yang memunculkan banyak tanda tanya dan kekecewaan di antara teman-teman,” kata Riswantoro.
Relawan Desak Pergantian Kepala SPPG dan Mitra Pengelola
Perwakilan relawan SPPG Gunungsimping 01, Fauzan Tri Handoyo, menyampaikan bahwa tuntutan utama para relawan adalah pergantian manajemen secara menyeluruh, termasuk kepala dapur SPPG dan pihak mitra yang saat ini mengelola operasional.
Menurut Fauzan, tuntutan tersebut lahir setelah berbagai upaya komunikasi dan mediasi tidak menghasilkan solusi yang memuaskan seluruh pihak.
“Kami berharap ada evaluasi total terhadap pengelolaan dapur ini. Relawan menginginkan adanya perubahan manajemen agar operasional ke depan dapat berjalan lebih baik dan profesional,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya para relawan telah menyampaikan petisi dan melakukan dialog dengan pihak terkait. Namun hingga kini belum ditemukan titik temu yang mampu menyelesaikan konflik secara menyeluruh.
Program Makan Bergizi Gratis Diharapkan Tetap Berjalan Optimal
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat. Karena itu, berbagai pihak berharap polemik internal yang terjadi di dapur SPPG Gunungsimping 01 dapat segera diselesaikan melalui dialog dan mekanisme yang sesuai.
Pengamat kebijakan publik menilai bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran dan fasilitas, tetapi juga pada kualitas manajemen, tata kelola sumber daya manusia, serta komunikasi yang sehat antara seluruh unsur yang terlibat.
Transparansi, profesionalisme, dan perlindungan terhadap relawan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan program yang menyasar kebutuhan gizi masyarakat tersebut.
Manajemen Belum Berikan Klarifikasi
Saat aksi penyegelan berlangsung, Kepala SPPG Gunungsimping 01 tidak berada di lokasi. Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen maupun mitra pengelola belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan relawan, dugaan konflik internal, maupun isu perekrutan relawan baru yang menjadi sorotan.
WINews akan terus berupaya memperoleh konfirmasi dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip pemberitaan yang berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Perkembangan kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, perlindungan tenaga relawan, serta efektivitas pelaksanaan program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.


















