banner 728x250

Ekonomi Lotim Tumbuh di Atas 7 Persen, Juaini Taofik Sebut Ruang Publik Jadi Tanda Geliat Daerah

banner 120x600
banner 468x60

Faktadetiknews – Lombok Timur – Sekretaris Daerah Lombok Timur, Dr. H. M. Juaini Taofik, menyebut pertumbuhan ekonomi Lombok Timur berada pada tren positif. Daerah ini disebut mampu mencatat pertumbuhan di atas 7 persen dan menjadi yang tertinggi di Pulau Lombok.

Hal tersebut disampaikan Juaini seusai menghadiri dialog Hari Kebangkitan Nasional yang digelar Komunitas Literasi dan Diskursus Politik Narasi Politik di Kedai Teduh, Kembang Sari, Selong, Jumat (29/5/2026).

banner 325x300

Juaini mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, Lombok Timur menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling menonjol di Pulau Lombok. Adapun di tingkat Provinsi NTB, posisi tertinggi masih ditempati Kabupaten Sumbawa Barat karena ditopang aktivitas smelter dan pertambangan AMMAN Mineral.

Menurut Juaini, sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi Lombok Timur. Namun, ia melihat sektor industri makanan dan minuman mulai tumbuh serta memberi dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Ia menilai ramainya kafe, kedai, restoran, dan ruang publik baru menjadi salah satu indikator bergeraknya daya beli warga. Selain itu, aktivitas usaha kuliner juga ikut memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui pajak.

“Ketika restoran, kafe, dan kedai ramai dikunjungi, berarti ada aktivitas ekonomi yang berjalan. Di sana ada perputaran uang, ada interaksi masyarakat, dan ada kontribusi untuk daerah,” ujar Juaini.

Juaini menyebut ruang publik yang tumbuh di Lombok Timur kini memiliki fungsi lebih luas. Tempat-tempat tersebut tidak hanya menjadi lokasi makan dan minum, tetapi juga menjadi ruang bertemu, berdiskusi, bekerja, hingga melepas penat.

Menurutnya, fenomena tersebut menjadi peluang bagi Lombok Timur untuk mengembangkan ekonomi lokal berbasis destinasi sekitar masyarakat. Warga tidak harus keluar daerah untuk mencari tempat hiburan atau ruang berkumpul yang nyaman.

“Kalau masyarakat bisa menikmati ruang-ruang seperti ini di daerah sendiri, maka ekonomi lokal ikut bergerak. Ini harus terus kita dorong,” katanya.

Terkait kondisi ekonomi global, Juaini turut menanggapi kenaikan nilai dolar yang dipengaruhi ketegangan Iran-Amerika-Israel. Ia menyampaikan bahwa Pemkab Lombok Timur masih menunggu hasil sensus ekonomi yang ditargetkan selesai pada Agustus 2026 sebelum mengambil kesimpulan lebih jauh.

Meski begitu, ia menyebut dampak kenaikan dolar belum terasa secara luas bagi masyarakat Lombok Timur. Sektor yang mulai merasakan pengaruhnya antara lain transportasi udara, khususnya kenaikan harga tiket pesawat.

Ia mencontohkan tiket pesawat menuju Jakarta yang sebelumnya dapat diperoleh sekitar Rp1 juta hingga Rp1,2 juta, kini naik menjadi sekitar Rp1,8 juta hingga Rp2 juta untuk maskapai tertentu.

Juaini menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperkuat ketahanan ekonomi agar masyarakat lebih siap menghadapi perubahan situasi global. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan ketahanan pangan, pengembangan UMKM, pemanfaatan destinasi lokal, serta efisiensi dalam birokrasi.

Ia juga mendorong pengurangan ketergantungan terhadap bahan baku impor. Menurutnya, pelaku usaha perlu semakin kreatif menggunakan potensi lokal agar ekonomi daerah tidak mudah terguncang oleh kondisi luar negeri.

Di sisi lain, Juaini menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda. Dalam forum dialog tersebut, ia mengajak pemuda untuk mengambil peran dalam menjaga persatuan bangsa di tengah perkembangan teknologi digital.

Juaini menyebut, era digital memberi ruang besar bagi anak muda untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi. Namun, ruang yang sama juga dapat menjadi sumber perpecahan apabila dipenuhi disinformasi, ujaran kebencian, dan sikap saling menutup diri.

Menurutnya, bonus demografi Indonesia harus dimanfaatkan sebagai kekuatan. Anak muda diminta tidak menyia-nyiakan masa produktif, melainkan menggunakannya untuk mengembangkan kemampuan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Ia juga menyoroti fenomena echo chamber di media sosial, yaitu kondisi ketika seseorang hanya menerima informasi yang sesuai dengan keyakinannya sendiri. Juaini menilai hal tersebut dapat membuat seseorang mudah terjebak dalam fanatisme sempit.

Karena itu, ia meminta pemuda memperluas wawasan, aktif berdialog, dan terbuka terhadap perbedaan. Sikap tersebut dinilai penting untuk menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam.

“Pemuda harus hadir sebagai penjaga persatuan. Gunakan teknologi untuk hal produktif, bukan untuk memperuncing perbedaan,” tegasnya.

Juaini juga mendorong anak muda agar tidak ragu terlibat dalam kebijakan publik. Menurutnya, pemuda perlu ikut menentukan isu-isu prioritas pembangunan agar arah kebijakan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dialog tersebut diikuti mahasiswa, pemuda, dan masyarakat umum. Kegiatan berlangsung interaktif dengan pembahasan seputar literasi digital, tantangan demokrasi, persatuan, media sosial, hingga peran pemuda dalam merawat kebhinekaan.

Direktur Narasi Politik, Ahmad, berharap kegiatan tersebut menjadi ruang yang mampu menumbuhkan kesadaran politik dan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda Lombok Timur. Ia menilai, pemuda perlu terus diberi ruang untuk berpikir kritis, berdialog, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.(red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *