GRESIK RBO, faktadetiknews.biz.id – PT Freeport Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan ANTARA menggelar Workshop Jurnalis Gresik 2026 pada 6–8 Agustus 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas wartawan dalam menghadapi tantangan media sosial dan transformasi digital.
Kegiatan yang diikuti 21 wartawan dari berbagai media di Kabupaten Gresik tersebut dibuka oleh Kepala Biro LKBN ANTARA Jawa Timur, Abdul Malik Ibrahim, di Angon Jiwo Coffee and Resto, Gresik, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026).
Dalam sambutannya, Abdul Malik menilai wartawan Gresik memiliki karakter kuat dalam menjalankan profesinya, terutama dari sisi daya tahan dan kemampuan bertahan di tengah berbagai tantangan dunia jurnalistik.
“Kalau dulu kita mengenal wartawan sebagai gaya hidup, tetapi di Gresik wartawan ini sebagai jalan hidup. Itu yang membuat wartawan Gresik tingkat survival-nya tinggi, jadi daya tahannya tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan lanskap media menuntut wartawan tidak hanya mampu menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan platform digital dan media sosial tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalisme.
Workshop bertajuk “Jurnalis Andal di Era Media Sosial” menghadirkan praktisi media sosial sekaligus Anggota Dewan Pengawas LKBN ANTARA, Wicaksono atau yang dikenal dengan @ndorokakung, serta jurnalis dan kreator konten Melilita Elaine sebagai narasumber.
Pada hari pertama, Wicaksono menyampaikan materi mengenai fondasi personal branding bagi wartawan, penentuan niche dan strategi konten, hingga membangun reputasi serta kepercayaan (trust) di mata audiens.
Ia menegaskan bahwa personal branding seorang wartawan bukan diukur dari jumlah pengikut di media sosial, melainkan dibangun melalui kompetensi, integritas, karakter, nilai profesional, serta konsistensi dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta juga akan mengikuti sesi praktik penyusunan konten jurnalistik digital, strategi distribusi berita melalui media sosial, serta evaluasi karya sebagai bekal menghadapi tantangan industri media yang terus berkembang.
Workshop ini diharapkan mampu melahirkan jurnalis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa mengabaikan akurasi, independensi, dan etika jurnalistik sebagai fondasi utama profesi wartawan. (Red)


















