banner 728x250

Kinerja Operasional Pulih, PTBA Bukukan Laba Bersih Rp2,65 Triliun Semester I 2026

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, faktadetiknews.biz.id — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp2,65 triliun pada Semester I 2026. Capaian tersebut melonjak 218 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp833,04 miliar.

 

banner 325x300

Berdasarkan laporan kinerja keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, PTBA juga mencatat EBITDA sebesar Rp4,27 triliun, meningkat 94 persen secara tahunan dibandingkan Rp2,20 triliun pada Semester I 2025.

 

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan, kondisi operasional yang semakin kondusif mendorong perseroan memperbaiki kinerja produksi sekaligus memperkuat penjualan ekspor.

 

“Perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat kinerja penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan,” ujar Bambang dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).

 

Menurutnya, penguatan harga batu bara global turut memberikan peluang bagi perseroan. PTBA merespons kondisi tersebut melalui strategi penjualan yang adaptif, disertai program efisiensi yang dinilai tepat sasaran.

 

Pendapatan Naik 8 Persen

 

PTBA mencatat pendapatan usaha sebesar Rp22,03 triliun, naik 8 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai Rp20,45 triliun.

 

Kenaikan pendapatan terjadi meski volume penjualan turun 2 persen menjadi 21,10 juta ton dari 21,62 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Penguatan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) yang meningkat 10 persen secara YoY menjadi salah satu faktor pendorong.

 

Dari total penjualan tersebut, sekitar 51 persen diserap pasar domestik dan 49 persen diekspor. Lima negara tujuan ekspor terbesar PTBA hingga Juni 2026 yakni Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.

 

Harga batu bara juga mendapat dukungan kenaikan indeks harga. Newcastle Index tercatat meningkat 25 persen secara tahunan, sedangkan ICI-3 naik 15 persen.

 

Produksi Mulai Pulih

 

Dari sisi operasional, PTBA mencatat produksi batu bara Semester I 2026 sebesar 19,45 juta ton, turun 10 persen dibandingkan 21,73 juta ton pada Semester I 2025.

 

Volume angkutan tercatat 18,15 juta ton atau turun 6 persen, sementara penjualan mencapai 21,10 juta ton atau turun 2 persen.

 

Meski demikian, kinerja kuartal II 2026 menunjukkan pemulihan. Produksi meningkat 94 persen secara QoQ, sedangkan penjualan tumbuh 8 persen. ASP juga meningkat 14 persen secara kuartalan.

 

Stripping ratio membaik dari 6,17 kali menjadi 5,26 kali, atau turun 15 persen secara tahunan.

 

Laba Usaha Melonjak 209 Persen

 

Perbaikan kinerja tercermin pada laba usaha yang mencapai Rp2,82 triliun, melonjak 209 persen dibandingkan Rp914,64 miliar pada Semester I 2025.

 

Laba kotor juga meningkat 89 persen menjadi Rp4,25 triliun dari sebelumnya Rp2,25 triliun.

 

Sementara itu, beban pokok pendapatan turun 2 persen menjadi Rp17,78 triliun. Penurunan tersebut sejalan dengan turunnya volume produksi dan angkutan serta membaiknya stripping ratio.

 

PTBA menyebut kenaikan harga bahan bakar menjadi salah satu tantangan operasional. Harga BBM rata-rata disebut mencapai Rp19.503 per liter hingga 30 Juni 2026, naik 34 persen secara tahunan, yang berdampak terhadap biaya jasa penambangan dan angkutan kereta api.

 

Namun, perusahaan menyatakan program efisiensi dan disiplin operasional tetap dijalankan untuk menjaga biaya.

 

Aset Tembus Rp48,10 Triliun

 

Per 30 Juni 2026, total aset PTBA mencapai Rp48,10 triliun, meningkat 10 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp43,92 triliun.

 

Total liabilitas tercatat Rp22,76 triliun atau naik 7 persen, sedangkan ekuitas mencapai Rp25,34 triliun atau meningkat 12 persen.

 

Kas dan setara kas juga meningkat signifikan sebesar 52 persen menjadi Rp6,88 triliun. Di sisi lain, pinjaman bank turun 25 persen menjadi Rp2,42 triliun.

 

Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat Rp4,63 triliun, naik 108 persen dibandingkan Rp2,22 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Capex Rp1,09 Triliun

 

Untuk belanja modal, hingga 30 Juni 2026 PTBA telah merealisasikan Rp1,09 triliun, atau sekitar 30 persen dari target tahunan sebesar Rp3,64 triliun.

 

Mayoritas belanja modal tersebut digunakan untuk pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan.

 

Untuk tahun 2026, PTBA menargetkan volume produksi sebesar 49,55 juta ton, penjualan 49,51 juta ton, volume angkutan 41 juta ton, serta stripping ratio 5,63 kali.

 

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengatakan, pemulihan operasional dan peningkatan ekspor menunjukkan kemampuan perseroan merespons dinamika pasar.

 

“Ke depan, PTBA akan terus mengoptimalkan kinerja operasional dan peluang pasar, dengan tetap menjalankan program efisiensi secara cermat dan tepat sasaran,” katanya.

 

PTBA optimistis disiplin operasional dan pengelolaan bisnis yang prudent dapat menjaga kinerja perusahaan tetap sehat sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.Saya juga bisa buatkan 3 alternatif judul yang lebih tajam untuk halaman utama koran, misalnya menonjolkan lonjakan laba **218 persen**. (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *