banner 728x250

Laba Bersih PTBA Melonjak 218 Persen Jadi Rp2,65 Triliun di Semester I 2026

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNG ENIM, faktadetiknews.biz.id — PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat kinerja positif pada semester pertama 2026. Laba bersih perseroan melonjak 218 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp2,65 triliun, ditopang pemulihan operasional, kenaikan harga jual rata-rata batu bara, serta peningkatan penjualan ekspor.

Kinerja tersebut juga tercermin dari EBITDA yang mencapai Rp4,27 triliun, atau meningkat 94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Margin laba bersih tercatat 12 persen, sedangkan margin EBITDA mencapai 19 persen.

banner 325x300

Dari sisi pendapatan, PTBA membukukan Rp22,03 triliun, meningkat 8 persen dibandingkan Rp20,45 triliun pada semester I 2025. Pertumbuhan pendapatan terjadi meskipun volume penjualan turun 2 persen menjadi 21,10 juta ton.

Kenaikan pendapatan terutama didorong peningkatan harga jual rata-rata sebesar 10 persen secara tahunan. Penguatan harga batu bara juga tercermin pada indeks Newcastle yang naik 25 persen dan ICI-3 sebesar 15 persen.

Hingga akhir Juni 2026, komposisi penjualan PTBA terdiri dari 51 persen pasar domestik dan 49 persen ekspor. Penjualan ekspor ditujukan antara lain ke Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.

Dari sisi produksi, PTBA mencatat produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton, turun 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Volume angkutan juga mengalami penurunan menjadi 18,15 juta ton.

Namun demikian, penjualan ekspor menunjukkan pertumbuhan. Volume penjualan ekspor naik 5 persen menjadi 10,33 juta ton, sementara penjualan domestik turun 9 persen menjadi 10,77 juta ton.

Pemulihan operasional semakin terlihat pada kuartal II 2026. Produksi meningkat 94 persen dan penjualan tumbuh 8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, harga jual rata-rata mengalami pertumbuhan 14 persen secara kuartalan.

Di tengah kenaikan biaya bahan bakar yang mencapai 34 persen, PTBA masih mampu menjaga efisiensi operasional. Hal tersebut tercermin dari beban pokok pendapatan yang turun 2 persen menjadi Rp17,78 triliun.

Kondisi arus kas perusahaan juga menunjukkan penguatan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi meningkat 108 persen menjadi Rp4,63 triliun. Posisi kas hingga akhir Juni 2026 tercatat Rp6,88 triliun, meningkat 52 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Pada saat yang sama, pinjaman bank berhasil ditekan 25 persen menjadi Rp2,42 triliun.

Untuk mendukung pengembangan bisnis, PTBA merealisasikan belanja modal sebesar Rp1,09 triliun pada semester pertama 2026. Nilai tersebut sekitar 30 persen dari target belanja modal tahunan sebesar Rp3,64 triliun.

Sebagian besar belanja modal dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur angkutan batu bara, khususnya pengembangan relasi Tanjung Enim–Kramasan.

Memasuki sisa tahun 2026, manajemen PTBA menetapkan target produksi sebesar 49,55 juta ton dan volume penjualan sebesar 49,51 juta ton. Perseroan juga menargetkan volume angkutan mencapai 41 juta ton dengan stripping ratio sebesar 5,63 kali.

Manajemen menyatakan akan terus mengoptimalkan kinerja operasional dan menangkap peluang pasar melalui program efisiensi serta penerapan disiplin operasional secara berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan sekaligus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *