Faktadetiknews – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat persiapan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026. Kepastian pelaksanaan kian jelas setelah pemerintah daerah menyesuaikan kebijakan dengan regulasi terbaru dari pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menyatakan bahwa seluruh elemen pendukung mulai dari aturan hingga pembiayaan telah dipetakan. Ia memastikan anggaran untuk kegiatan tersebut sudah tersedia, meski proses penggunaannya tetap akan melalui perubahan APBD sesuai prosedur yang berlaku.
Menurutnya, regulasi terbaru memberikan panduan lebih rinci, khususnya terkait tata cara pencalonan kepala desa. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan perbedaan tafsir dan memudahkan panitia dalam menjalankan setiap tahapan Pilkades.
Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah penerapan sistem calon tunggal. Dalam kondisi hanya satu kandidat yang maju, pemilihan tetap dilaksanakan dengan menghadapkan calon tersebut pada kotak kosong, sehingga proses demokrasi tetap berjalan tanpa harus memunculkan kandidat tambahan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan mekanisme untuk menghadapi kondisi khusus. Jika seorang calon meninggal dunia sebelum hari pemungutan suara, identitasnya tetap dicantumkan dalam surat suara dengan keterangan tambahan sebagai bentuk transparansi kepada pemilih.
Di luar aspek teknis, pemerintah daerah juga memperhatikan nasib perangkat desa yang telah purna tugas. Wacana pemberian pesangon masih dalam tahap kajian dan akan diputuskan setelah melalui pembahasan lebih lanjut dengan pimpinan daerah.
Penataan aset desa juga menjadi fokus penting, terutama bagi desa-desa hasil pemekaran yang belum memiliki kejelasan status kepemilikan. Pemerintah berencana menghibahkan aset tersebut agar tata kelola pemerintahan desa menjadi lebih tertib dan mandiri.
Untuk jadwal pelaksanaan, keputusan resmi akan ditetapkan melalui Peraturan Bupati. Pemerintah menargetkan tahapan awal Pilkades serentak dapat dimulai pada penghujung tahun 2026.(red)


















