banner 728x250

Pasien Urologi RSUD Ahmad Yani Metro Keluhkan Antrean Berbelit, Berobat dari Pagi hingga Sore

banner 120x600
banner 468x60

METRO, faktadetiknews.biz.id – Pelayanan di Poliklinik Urologi RSUD Ahmad Yani Metro dikeluhkan sejumlah pasien.

 

banner 325x300

Proses pelayanan yang dinilai terlalu panjang dan berlapis membuat pasien harus menghabiskan waktu berjam-jam di rumah sakit, bahkan sejak pagi hingga sore hari.

 

Keluhan tersebut terutama datang dari pasien yang menjalani pemeriksaan maupun kontrol di Poliklinik Urologi. Mereka menilai tahapan pelayanan yang harus dilalui terlalu banyak sehingga waktu tunggu menjadi sangat panjang.

 

 

 

 

 

 

Rudi Setiawan salah seorang keluarga pasien mengungkapkan, proses pelayanan sudah dimulai sejak sekitar pukul 07.30 WIB. Pasien terlebih dahulu melakukan pendaftaran secara online melalui layanan JKN dan mengambil nomor antrean.

 

Setelah itu, pasien tetap harus mengikuti proses pendaftaran di loket. Dari loket pendaftaran, pasien kemudian diarahkan menuju lantai atas untuk mendapatkan pelayanan di Poliklinik Urologi.

 

Namun, sesampainya di poliklinik, pasien mengaku belum langsung mendapatkan pemeriksaan dokter. Tahapan awal yang dilakukan hanya pemeriksaan tekanan darah, setelah itu pasien kembali diminta menunggu.

 

Waktu tunggu inilah yang menjadi salah satu persoalan yang paling dikeluhkan. Pasien menyebut mereka dapat menunggu hingga berjam-jam sebelum akhirnya diarahkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter.

 

Setelah konsultasi dokter di bagian bawah, persoalan belum selesai. Pasien kembali harus menuju Poliklinik Urologi untuk mengantre mengambil resep obat.

 

Di tahap pengambilan obat pun, pasien kembali menghadapi antrean. Akibat rangkaian proses tersebut, sebagian pasien baru dapat menyelesaikan seluruh proses pelayanan sekitar pukul 15.00 WIB.

 

Artinya, pasien harus berada di rumah sakit selama kurang lebih tujuh hingga delapan jam hanya untuk menjalani pemeriksaan atau kontrol.

 

Kondisi tersebut semakin menjadi sorotan karena sebagian pasien yang menjalani pelayanan merupakan pasien lanjut usia. Mereka dinilai cukup rentan apabila harus duduk dan menunggu dalam waktu yang sangat panjang dengan berpindah-pindah tempat pelayanan.

 

Selain lamanya waktu pelayanan, pasien juga mempertanyakan efektivitas sistem antrean online. Menurut keluhan yang disampaikan, meskipun pasien telah mendapatkan nomor antrean secara online lebih awal, nomor tersebut dinilai belum memberikan kepastian bahwa pasien akan lebih cepat menyelesaikan seluruh rangkaian pelayanan.

 

Pasien pun mempertanyakan tujuan sistem antrean online apabila setelah mendapatkan nomor antrean mereka masih harus melewati sejumlah tahapan dengan waktu tunggu yang panjang.

 

“Sudah daftar online, sudah ambil nomor antrean, tetapi tetap harus menunggu lama. Dari pagi sampai sore baru selesai,” keluh seorang pasien.

 

Menurut pasien, persoalan tersebut bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi menyangkut kualitas pelayanan kesehatan. Pasien yang datang untuk mendapatkan pengobatan justru harus menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menunggu dari satu tahapan ke tahapan berikutnya.

 

Mereka berharap manajemen RSUD Ahmad Yani Metro melakukan evaluasi menyeluruh terhadap alur pelayanan di Poliklinik Urologi, terutama terkait koordinasi antarbagian, sistem antrean, pemeriksaan awal, konsultasi dokter hingga pengambilan obat.

 

Pasien juga berharap rumah sakit dapat menyederhanakan alur pelayanan sehingga tidak terjadi antrean berulang pada lokasi berbeda.

 

Terlebih bagi pasien lanjut usia, efisiensi pelayanan dinilai menjadi hal penting agar mereka tidak harus berada di rumah sakit sejak pagi hingga sore hanya untuk menyelesaikan proses pemeriksaan dan pengobatan.

 

Keluhan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen RSUD Ahmad Yani Metro agar sistem pelayanan yang telah menggunakan pendaftaran dan antrean online benar-benar mampu memangkas waktu tunggu, bukan justru membuat pasien tetap menghadapi antrean panjang pada setiap tahapan.

 

Hingga berita ini disusun, keluhan pasien tersebut menjadi sorotan yang perlu mendapatkan penjelasan dari pihak manajemen RSUD Ahmad Yani Metro, khususnya mengenai penyebab panjangnya waktu tunggu serta langkah konkret rumah sakit untuk memperbaiki alur pelayanan di Poliklinik Urologi.(reza)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *