TANJUNG ENIM, faktadetiknews.biz.id – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2026 pada kategori Social Empowerment melalui program pemberdayaan masyarakat Desa Impian.
Penghargaan yang diselenggarakan oleh Enterprise Asia tersebut diumumkan dalam seremoni AREA 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan di kawasan Asia yang dinilai berhasil menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga mendorong transformasi sosial dan pelestarian lingkungan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Perseroan untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami percaya keberlanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang mampu menciptakan kemandirian masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Eko.
Program Desa Impian dikembangkan dengan pendekatan ekonomi sirkular yang mengintegrasikan sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan melalui kemitraan multipihak. Program ini menyasar mantan penambang tanpa izin (PETI), ibu rumah tangga dari keluarga prasejahtera, serta anak-anak yang memiliki keterbatasan akses pendidikan dan pengembangan keterampilan.
Selain meningkatkan taraf hidup masyarakat, program ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial.
Hingga akhir 2025, Program Desa Impian mencatat berbagai capaian positif. Pendapatan masyarakat meningkat menjadi Rp2 juta hingga Rp10 juta per bulan, sementara omzet kelompok usaha mencapai sekitar Rp10,5 miliar per tahun. Program ini juga berhasil mengalihkan mata pencaharian mantan penambang ilegal ke sektor usaha yang legal dan berkelanjutan.
Di bidang lingkungan, program tersebut mampu mengelola 7,1 ton limbah non-B3 setiap tahun, mengolah 10 ton limbah peternakan menjadi pupuk organik, menanam 131.969 bibit pohon yang berkontribusi menyerap lebih dari 4.284 ton CO₂ per tahun, menghemat penggunaan air hingga 268.183 liter per tahun, serta mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Ke depan, PTBA akan memperkuat keberlanjutan Program Desa Impian melalui pengembangan Sentra Ilmu sebagai pusat pembelajaran pertanian, penguatan kelembagaan koperasi, digitalisasi sistem kemitraan melalui Agro Bank, pengembangan local hero, serta replikasi program di berbagai wilayah.
“Kami berharap Program Desa Impian dapat terus berkembang sebagai model pemberdayaan masyarakat yang mampu direplikasi di berbagai daerah. Melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, PTBA berkomitmen menciptakan nilai bersama yang mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” tutup Eko.
(R01-R12-BFN)


















