Prabumulih, Faktadetiknews – Warga Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di sebuah lokasi diduga bekas galian Pertamina, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Korban diketahui bernama Mat Yasan (63), seorang petani yang merupakan warga RT 01 RW 01, Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh dua warga yang sedang menjala ikan di lokasi bekas galian Pertamina Si Hombing, tepatnya di dekat kebun karet milik Mat Arsad. Awalnya, keduanya mengira benda yang mengapung di permukaan air adalah sebuah boneka.
Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana, SH, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Cambai, Iptu Heffi Juliansyah, SH, mengatakan setelah didekati, kedua saksi baru menyadari bahwa benda tersebut merupakan tubuh seorang laki-laki yang sudah meninggal dunia.
“Setelah mengetahui yang mengapung adalah mayat, kedua saksi langsung melapor kepada Bhabinkamtibmas dan perangkat Kelurahan Sungai Medang, kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian,” ujar Iptu Heffi.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui merupakan warga yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya. Istri korban, Fatiha, diketahui telah mendatangi Polsek Cambai pada Senin (6/7/2026) untuk melaporkan suaminya yang pergi meninggalkan rumah sejak Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB dan tidak kunjung pulang.
Menerima laporan tersebut, petugas kepolisian langsung menuju lokasi penemuan, memasang garis polisi, meminta keterangan para saksi, kemudian mengevakuasi jenazah ke RSUD Kota Prabumulih guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui telah lama menderita penyakit asam urat. Selain itu, keluarga juga menyampaikan bahwa korban sebelumnya pernah melakukan percobaan bunuh diri di sekitar lokasi yang sama, namun berhasil diketahui dan dicegah oleh anak korban.
Kapolsek Cambai menegaskan, seluruh informasi tersebut masih merupakan bagian dari proses penyelidikan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta terus mengumpulkan keterangan dari para saksi dan pihak keluarga untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian,” pungkas Iptu Heffi. (Rkz)


















