JAKARTA, Faktadetiknews.biz.id — Hari ini dalam sejarah,10 Oktober 1965 atas perintah Presiden Sokarno Letjen Soeharto membentuk Komando keamanan dan ketertiban KOPKAMTIB untuk memulihkan keamanan pasca G30S. Soeharto sendiri ditunjuk sebagai Panglimanya.
Kopkamtib ini mempunyai otoritas militer besar di luar struktur kabinet resmi. Lembaga ini diisi para perwira kepercayaan Soeharto. Seperti Mayjen Umar Wirahadikusuma (Pangdam Jaya saat itu, yang bertanggung jawab mengamankan ibu kota Jakarta), Kolonel Sarwo Edhie Wibowo Komandan RPKAD/Kopassus, yang memimpin operasi penumpasan G30S hingga ke Jawa tengah, Brigjen Sutopo Juwono Berperan sebagai Asisten Intelijen Kopkamtib, kemudian Brigjen Ali Moertopo dan Brigjen Yoga Soegomo, Dua perwira intelijen andalan Soeharto yang mengendalikan opsus.
Kemudian di era Orde Baru muncul nama terkenal yang menjadi Pangkopkamtib seperti, Jenderal Maraden Panggabean, Jenderal Soemitro, Laksamana Sudomo dan terakhir Jenderal L.B. Moerdani. Lembaga ini memiliki kewenangan untuk melarang unjuk rasa, membekukan atau menyensor media, serta menangkap atau menahan tokoh-tokoh yang dianggap mengancam stabilitas Orde Baru.
Kopkamtib menjadi instrumen kontrol politik dan militer yang sangat kuat. Kopkamtib dibubarkan pada 5 September 1988 dan digantikan oleh Bakorstanas (Badan Koordinasi Bantuan Stabilitas). Yang terbentuk hingga daerah.(Red)











