banner 728x250

PTBA Dukung Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Analis Nilai Prospek Saham Tetap Positif

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, faktadetiknews.biz.id– PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan ekspor satu pintu yang akan diterapkan pemerintah secara bertahap mulai 1 Juni 2026 melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

banner 325x300

 

Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, mengatakan bahwa sebagai bagian dari Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID, perseroan menghormati dan mendukung setiap kebijakan strategis pemerintah, termasuk skema tata kelola ekspor satu pintu melalui DSI.

 

“Perseroan memandang langkah ini sebagai upaya pemerintah untuk memperkuat tata kelola komoditas nasional, mengoptimalkan nilai tambah bagi negara, serta meningkatkan posisi tawar komoditas Indonesia di pasar global,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

 

Menurut Eko, pemerintah diyakini telah mempertimbangkan berbagai aspek penting dalam implementasi kebijakan tersebut, mulai dari sinkronisasi birokrasi, keberlanjutan kontrak ekspor yang telah berjalan, hingga kepastian hukum bagi pelaku pasar internasional.

 

PTBA juga memastikan koordinasi dengan regulator dan berbagai pemangku kepentingan terus dilakukan agar proses bisnis serta pengiriman batu bara tetap berjalan lancar selama masa transisi kebijakan baru tersebut.

 

Meski mendukung penuh, PTBA mengakui saat ini masih melakukan kajian lebih rinci terkait dampak implementasi kebijakan DSI, khususnya terhadap aspek operasional, administrasi, dan rantai pasok ekspor perusahaan.

 

“Perseroan berharap kebijakan yang diterapkan dapat tetap menjaga daya saing industri batu bara nasional, memberikan kepastian bagi pelaku usaha, serta mendukung pasar ekspor Indonesia,” lanjutnya.

 

Di tengah dinamika kebijakan tersebut, PTBA menegaskan fokus utama perusahaan tetap menjaga stabilitas produksi dan memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) guna mendukung ketahanan energi nasional.

 

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, PTBA juga terus mempertahankan kinerja ekspor sebagai salah satu penopang utama pendapatan perusahaan. Berdasarkan laporan Kuartal I Tahun 2026, penjualan batu bara PTBA ke pasar ekspor mencapai 4,79 juta ton atau berkontribusi sekitar 47 persen terhadap total pendapatan perseroan.

 

Adapun negara tujuan utama ekspor PTBA saat ini meliputi Vietnam, Bangladesh, India, Kamboja, dan Thailand. Perseroan juga membuka peluang memperluas pasar ekspor melalui strategi diversifikasi pasar dan penguatan penjualan ke sejumlah negara potensial yang masih membutuhkan batu bara kalori menengah.

 

Sementara itu, Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji, menilai prospek saham PTBA cenderung netral dengan bias positif di tengah implementasi kebijakan ekspor satu pintu tersebut.

 

Menurutnya, posisi PTBA sebagai bagian dari MIND ID yang berada di bawah superholding Danantara memberikan keuntungan tersendiri dalam menghadapi perubahan tata kelola ekspor nasional.

 

Nafan menjelaskan, keberadaan DSI akan memastikan pasokan batu bara kalori rendah PTBA untuk kebutuhan PT PLN tetap aman, sementara kuota ekspor dapat dialokasikan secara lebih efisien melalui jaringan diplomasi ekonomi dan perdagangan antarnegara yang diinisiasi Danantara Investment Fund.

 

“Prospek PTBA tetap defensif-positif karena risiko hambatan ekspornya dapat diredam oleh kedekatan struktur korporasinya dengan DSI,” jelasnya.

 

Dengan dukungan terhadap kebijakan pemerintah tersebut, PTBA optimistis dapat menjaga kinerja bisnis sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap sektor energi nasional dan pasar ekspor Indonesia.Naskah di atas sudah disusun dalam format berita cetak dengan gaya penulisan media massa.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *