Surabaya, Faktadetiknews. — Pemerintah Kota Surabaya menerima 200 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) pada Kamis, 22 Januari 2026, di Balai Kota Surabaya, untuk digunakan oleh penarik becak dan dioperasikan di kawasan wisata.
Penyerahan dilakukan oleh perwakilan Yayasan GSN kepada Pemerintah Kota Surabaya dan diterima oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Acara penyerahan berlangsung di Balai Kota Surabaya pada hari yang sama.
Usai penyerahan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa becak listrik tidak diperbolehkan beroperasi di jalan utama atau jalan protokol. Ia menyatakan unit akan ditempatkan di kawasan tertentu yang diatur oleh pemerintah kota.
“Jadi memang kalau di jalan utama tidak diperbolehkan, kecuali memang kita atur yang ada di Kota Lama,” kata Eri Cahyadi kepada wartawan, Kamis.
Eri Cahyadi juga menyatakan bahwa becak listrik akan ditempatkan di kawasan wisata seperti Kota Lama Surabaya, Jalan Tunjungan, Peneleh, dan lokasi bersejarah lainnya.
“Kita akan utamakan becak ini untuk menjadi becak wisata yang ada di Kota Lama, di titik tertentu. Sehingga orang ketika wisata akan merasakan bagaimana menikmati Kota Surabaya dengan becak listriknya,” ujar Eri.
Ia menyampaikan bahwa seluruh unit telah diserahkan dan diresmikan pada 22 Januari 2026, dan pemerintah kota akan melakukan penataan lokasi operasional sebelum digunakan. “Hari ini sudah diberikan dan diresmikan.
Jadi, insyaallah kita tata. Jadi, di bulan maksimal di awal bulan Februari sudah bisa berjalan di masing-masing tempat wisata yang ada di Kota Surabaya,” kata Eri.
Eri juga menyatakan bahwa hasil pendapatan dari pengoperasian becak listrik tidak masuk ke kas Pemerintah Kota Surabaya. “Langsung masuk ke tukang becaknya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko, menyatakan bahwa bantuan becak listrik merupakan bagian dari program pengadaan nasional yang telah berjalan.
“Yang sudah disalurkan saat sekarang sudah 10.000 lebih dan ini adalah bagian dari program pengadaan tahun 2025,” kata Teguh. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data Yayasan GSN terdapat sekitar 80.000 pengemudi becak di Indonesia. “Insya Allah tahun ini sudah memesan sebanyak 70.000,” ujar Teguh.
Penyerahan 200 becak listrik kepada Pemerintah Kota Surabaya pada 22 Januari 2026 merupakan bagian dari penyaluran bantuan yang dilakukan Yayasan GSN ke sejumlah daerah.(Red)






