OKI, faktadetiknews.biz.id – Seorang calon Ketua Kelompok Tani Merdeka Indonesia (KTMI) Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Efendy SB (46), mengalami luka tembak saat menghadiri musyawarah penyelesaian sengketa lahan di kawasan Tanaman Kehidupan (TNK) Jalur 24, Desa Sungai Batang, Kecamatan Air Sugihan, Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban mengalami tiga luka tembak dan sempat mendapatkan pertolongan di Puskesmas Jalur 27 sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk menjalani perawatan intensif serta tindakan operasi guna mengangkat proyektil yang masih bersarang di tubuhnya.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban bersama beberapa rekannya datang memenuhi undangan musyawarah terkait sengketa lahan pertanian yang sebelumnya telah disepakati kedua belah pihak.
Namun, sesaat setelah tiba di lokasi, musyawarah diduga berubah menjadi perselisihan. Seorang pria berinisial J yang disebut memiliki klaim atas lahan tersebut diduga mengeluarkan senjata api dan melepaskan beberapa kali tembakan ke arah korban.
Korban sempat berusaha menghindar. Salah satu tembakan mengenai tangan kirinya, sedangkan tembakan lainnya mengenai tubuh korban hingga menyebabkan luka serius. Suara letusan senjata membuat warga yang berada di sekitar lokasi panik dan berhamburan menyelamatkan diri.
Rekan-rekan korban kemudian membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat setelah melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Air Sugihan.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto SH SIK MH membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, penyidik masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi.
“Penanganan perkara ini menjadi prioritas kami. Seluruh fakta akan didalami melalui proses penyidikan yang profesional dan sesuai ketentuan hukum. Terduga pelaku yang identitasnya telah diketahui saat ini masih dalam pengejaran,” ujar Kapolres.
Ia menambahkan, personel Satreskrim Polres OKI telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), berkoordinasi dengan tenaga kesehatan terkait kondisi korban, serta menghimpun keterangan dari masyarakat guna mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
Kasus penembakan yang diduga dipicu perselisihan lahan tersebut kini masih dalam proses penyidikan. Polisi terus memburu terduga pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
(R01-R12-Red-BFN)


















