banner 728x250
Berita  

Pemalangan Jalan Berujung Karyawan Dirumahkan

banner 120x600
banner 468x60

Halmahera Timu, –  Aksi pemalangan jalan yang masih berlangsung di wilayah Desa Subaim, Kabupaten Halmahera Timur, mulai menimbulkan dampak serius terhadap aktivitas perusahaan dan kondisi ekonomi masyarakat. Terhambatnya operasional perusahaan menyebabkan sejumlah karyawan PT ARA dirumahkan, sementara kontraktor Jaga Aman Sarana dikabarkan akan mengambil langkah serupa pada akhir Juli 2026 apabila akses jalan belum kembali dibuka. (25/7/26)

Sejumlah karyawan yang dirumahkan mendatangi Kantor Desa Subaim, Sabtu (25/7), untuk menyampaikan keluhan dan meminta pemerintah desa segera mengambil langkah penyelesaian. Mereka menilai pemalangan jalan telah merugikan banyak pihak, terutama para pekerja yang kehilangan sumber penghasilan.

banner 325x300

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi agar persoalan ini segera diselesaikan. Kami hanya ingin kembali bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Salah Kariyawan yang enggan disebutkan namanya

Menurut para karyawan, penghentian operasional perusahaan akibat tertutupnya akses jalan membuat aktivitas kerja tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut berujung pada keputusan perusahaan merumahkan sebagian pekerja, bahkan dikhawatirkan jumlah pekerja yang terdampak akan terus bertambah apabila persoalan tidak segera diselesaikan.

Usai menyampaikan pengaduan di Kantor Desa Subaim, sejumlah karyawan mendatangi kediaman Bapak Halip, koordinator pemalangan jalan ilegal tersebut. Mereka meminta penjelasan dan berharap adanya pertanggungjawaban serta penyelesaian atas persoalan yang dinilai telah mengakibatkan hilangnya mata pencaharian banyak masyarakat.

“Kami tidak mencari konflik. Kami hanya meminta agar persoalan ini segera selesai sehingga kami bisa kembali bekerja,” Tambanya lagi

Sejumlah warga Desa Subaim yang ditemui di lokasi juga menyampaikan penolakan terhadap aksi pemalangan jalan. Mereka menilai penutupan akses jalan berdampak luas terhadap roda perekonomian desa, aktivitas perusahaan, serta keberlangsungan pekerjaan masyarakat setempat.

“Yang paling dirugikan adalah masyarakat sendiri. Banyak kepala keluarga bergantung pada pekerjaan di perusahaan. Kami berharap jalan segera dibuka dan persoalan diselesaikan melalui dialog,” Tuturnya

Dalam penyampaian aspirasinya, beberapa warga dan karyawan juga menyampaikan dugaan bahwa pengacara Sofyan Sahril, yang menurut mereka berasal dari luar Kabupaten Halmahera Timur, ikut memengaruhi sebagian warga untuk melakukan aksi pemalangan jalan. Menurut mereka, kondisi tersebut memperpanjang konflik dan berdampak pada terhentinya operasional perusahaan.

“Kami menduga ada pihak dari luar yang ikut memengaruhi masyarakat sehingga aksi pemalangan terus berlangsung. Akibatnya, banyak pekerja kehilangan mata pencaharian,” ujarnya

Tuduhan tersebut merupakan pernyataan dari sejumlah warga dan karyawan yang ditemui di lokasi. Hingga berita ini diterbitkan, Sofyan Sahril belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas tuduhan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi yang bersangkutan untuk memperoleh konfirmasi dan memberikan ruang hak jawab sesuai dengan prinsip keberimbangan pemberitaan.

Sementara itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, Pemerintah Desa Subaim, serta aparat terkait dapat segera memfasilitasi penyelesaian persoalan agar aktivitas masyarakat dan operasional perusahaan dapat kembali berjalan normal.

“Kami berharap semua pihak mengedepankan musyawarah dan penyelesaian sesuai ketentuan hukum. Jangan sampai persoalan ini terus berlarut karena yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil,” tutupnya

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *