banner 728x250

OTT KPK di Pemalang: Sejumlah Pejabat Dibawa ke Jakarta, Istri Bupati Ikut Diperiksa

banner 120x600
banner 468x60

PEMALANG, faktadetiknews.biz.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang, Jawa Tengah, ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan maraton di Mapolres Pemalang, Rabu (29/7/2026).

 

banner 325x300

Di antara pejabat yang dibawa ke Jakarta terlihat istri Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, dr. Noor Faizah Maenofie (NFM). Ia keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 13.30 WIB sebelum kemudian menaiki bus yang telah disiapkan KPK.

 

Selain Noor Faizah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang Bagus Sutopo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Joko Tri Asmoro, serta sejumlah pejabat lainnya juga turut diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

 

Namun, tidak semua pejabat yang menjalani pemeriksaan dibawa ke Jakarta. Sejumlah pejabat diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan sejak Selasa (28/7/2026) malam. Salah satunya Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Pemalang, Supa’at.

 

Supa’at mengaku mulai menjalani pemeriksaan pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 WIB. Menurutnya, penyidik menanyakan sejumlah hal terkait tugas pokok dan fungsi jabatannya, termasuk kegiatan yang telah dilaksanakan.

 

“Ditanya soal tugas pokok jabatan, misalnya kegiatan yang sudah dikerjakan,” kata Supa’at kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan.

 

Ia mengaku tidak mengingat secara pasti jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik KPK selama pemeriksaan.

 

Hingga berita ini ditulis, KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai status hukum para pejabat yang dibawa ke Jakarta menggunakan bus tersebut.

 

Sebelumnya, KPK mengamankan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung pada Selasa (28/7/2026) malam. Selain bupati, sejumlah pihak lainnya turut diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolres Pemalang.

 

Operasi tersebut juga disertai penyegelan sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara. Di antaranya ruang kerja Kepala DPUPR serta dua rumah di Perumahan Mutiara Residence, Kelurahan Mulyoharjo, yang disebut merupakan kediaman kerabat bupati.

 

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana membenarkan adanya kegiatan KPK di wilayah hukumnya. Ia menyebutkan, penyidik KPK menggunakan dua ruangan di Mapolres Pemalang untuk melakukan pemeriksaan.

 

“Iya benar, tadi malam rekan-rekan dari KPK ada kegiatan di Pemalang. Sampai sekarang masih proses pemeriksaan. Dua ruangan di Polres dipakai,” ujar Rendy kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).

 

Meski demikian, Rendy belum bersedia mengungkap identitas maupun jumlah orang yang diperiksa. Ia meminta seluruh informasi mengenai pemeriksaan menunggu keterangan resmi dari KPK.

 

“Jumlah pastinya dan siapa saja yang diperiksa, termasuk materi pemeriksaan, menunggu dari KPK saja,” katanya.

 

Pantauan di lokasi pada Rabu pagi menunjukkan ruang Kepala DPUPR masih tertutup dan segel serta stiker KPK masih terpasang di pintu akses ruangan.

 

Sementara itu, akses menuju kantor Bupati Pemalang masih terbatas sehingga belum dapat dipastikan apakah terdapat penyegelan di lokasi tersebut. Di Perumahan Mutiara Residence, dua rumah di Blok C juga telah dipasangi segel KPK.

 

Salah satu rumah tersebut diketahui ditempati seorang pria yang disebut berprofesi sebagai kontraktor sekaligus kerabat istri Bupati Pemalang.

 

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sebelumnya membenarkan bahwa kegiatan tersebut diawali dengan penyelidikan tertutup yang kemudian berujung pada operasi tangkap tangan terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat tindak pidana korupsi.

 

“Benar, bahwa KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup yang kemudian terjadi peristiwa tertangkap tangan terhadap para terduga pelaku tindak pidana korupsi,” ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

 

Budi menjelaskan, dari total 21 orang yang diamankan, lima orang ditangkap di Jakarta, 15 orang di Kabupaten Pemalang, dan satu orang di Kabupaten Purworejo.

 

Lima orang yang diamankan di Jakarta saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Salah satu pihak yang diperiksa adalah Bupati Pemalang.

 

Sementara itu, enam orang yang diamankan di Pemalang dan satu orang yang diamankan di Purworejo disebut dalam perjalanan menuju Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

 

Dalam operasi tersebut, tim KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai dengan nilai lebih dari Rp2 miliar.

 

Menurut Budi, OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan uang oleh Bupati Pemalang yang diduga berhubungan dengan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Selain itu, KPK juga menduga adanya praktik jual beli jabatan yang melibatkan kepala daerah tersebut.

 

KPK menyatakan akan menyampaikan perkembangan perkara, termasuk status hukum para pihak yang diamankan, setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan.

 

(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *