OKI, faktadetiknews.biz.id — Di balik tragedi kebakaran yang terjadi di Sungai Pedade, Desa Simpang Tiga Jaya, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2026), tersimpan kisah heroik seorang warga yang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan seorang balita.
Kebakaran tersebut menghanguskan dua rumah warga dan satu bangunan sarang burung walet. Namun, musibah itu nyaris merenggut nyawa Sirah, seorang balita berusia sekitar dua tahun yang saat kejadian berada di dalam rumah.
Di tengah kobaran api yang semakin membesar, seorang warga setempat bernama Alam secara spontan menerobos masuk ke dalam rumah setelah melihat api membumbung tinggi.
Alam mengaku terdorong oleh insting bahwa masih ada seseorang yang terjebak di dalam rumah.
“Saya melihat api sudah membumbung besar. Insting saya mengatakan ada orang yang terjebak di dalam rumah. Saya tidak banyak berpikir panjang, langsung masuk. Benar saja, ada anak kecil duduk sambil menangis, tetapi tidak ada suaranya. Langsung saya bawa keluar,” ungkap Alam.
Menurut Alam, keputusan tersebut dilakukan dalam hitungan detik. Bahkan, sesaat setelah dirinya berhasil keluar sambil menggendong Sirah, bangunan rumah tersebut langsung roboh dan api semakin membesar.
“Kalau saya terlambat sedikit saja, rumah itu sudah roboh. Saat saya sudah keluar sambil menggendong Sirah, rumah langsung roboh dan api semakin membesar,” tuturnya.
Nenek Sirah: Hati Saya Teriris Melihat Cucu Penuh Luka Bakar
Sementara itu, Menok, nenek Sirah, menjelaskan bahwa cucunya tinggal bersamanya karena kedua orang tua Sirah, yakni Mela dan Heru, sedang mencari nafkah di Bangka.
“Sirah itu cucu saya. Nama ibunya Mela, bapaknya Heru. Cucu saya Sirah tinggal bersama saya karena ibu dan bapaknya mencari nafkah di Bangka, sehingga Sirah tinggal bersama saya,” jelas Menok.
Menok mengaku sangat terpukul melihat kondisi cucunya setelah berhasil diselamatkan dari dalam rumah yang terbakar.
“Rasanya teriris hati saya melihat cucu saya. Sekujur tubuhnya penuh luka bakar,” ujarnya dengan nada sedih.
Beruntung, keberanian Alam menerobos kobaran api membuat nyawa Sirah berhasil diselamatkan sebelum bangunan rumah tersebut roboh.
LSM Permak Apresiasi Keberanian Alam
Atas kejadian tersebut, anggota LSM Permak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Alam yang dinilai telah menunjukkan keberanian luar biasa dalam menyelamatkan nyawa seorang balita.
«“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengirimkan seorang penolong bernama Alam. Dengan keberaniannya menerobos kobaran api, balita yang terjebak di dalam rumah akhirnya berhasil diselamatkan,” ujar perwakilan LSM Permak.»
Pihak LSM Permak juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, sanak saudara, masyarakat, serta semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada keluarga korban kebakaran.
«“Kami mewakili pihak korban mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Alam yang telah menyelamatkan nyawa Sirah. Semoga keberanian dan kebaikannya mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT,” tambahnya.»
LSM Permak Buka Donasi untuk Korban Kebakaran
Selain memberikan apresiasi kepada Alam, LSM Permak juga mengajak masyarakat, pemerintah daerah, serta para dermawan untuk turut membantu meringankan beban keluarga korban kebakaran.
«“Kami juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada sanak saudara, handai taulan, dan masyarakat yang telah membantu saudara kita yang ditimpa musibah. Semoga amal kebaikan bapak dan ibu sekalian mendapatkan balasan yang setimpal,” ungkapnya.»
Bagi masyarakat yang ingin membantu meringankan beban keluarga korban kebakaran di Sungai Pedade, Desa Simpang Tiga Jaya, bantuan dapat disalurkan melalui:
Dana: 081270647609
Atas Nama: Naya Apriansyah
Bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, diharapkan dapat membantu keluarga korban memenuhi kebutuhan serta menjalani proses pemulihan pascakebakaran.
(R01-R12-Red)


















