PALEMBANG, faktadetiknews.biz.id — Polda Sumatera Selatan bersama peserta didik STIK, Sespima dan Setukpa memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung serentak di sembilan wilayah Polres jajaran, Minggu (30/8/2026), menjangkau 2.415 warga.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Satgas Tim Edukasi tentang pencegahan dan dampak Karhutla. Para peserta didik menyampaikan imbauan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya membuka lahan dengan cara membakar serta dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan.
Edukasi berlangsung di wilayah hukum Polres Banyuasin, Polres PALI, Polres OKU, Polres Prabumulih, Polres OKI, Polres Musi Banyuasin, Polres OKU Timur, Polres Ogan Ilir dan Polres Muara Enim. Sebanyak 2.415 warga menjadi sasaran program edukasi tersebut.
Selain menyampaikan pesan pencegahan, tim juga membagikan masker, memasang pamflet, memberikan edukasi langsung dan menyalurkan bantuan sosial. Secara keseluruhan, kegiatan mencakup sembilan imbauan Karhutla, lima pembagian masker, sembilan kegiatan edukasi, lima pemasangan pamflet dan satu kegiatan pembagian sembako.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan, pelibatan peserta didik pendidikan Polri menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan edukasi sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Pencegahan harus dimulai dari kesadaran masyarakat. Melalui edukasi langsung seperti ini, kami ingin pesan untuk tidak membakar hutan dan lahan benar-benar sampai dan dipahami masyarakat. Karhutla bukan hanya persoalan api, tetapi berdampak terhadap kesehatan, lingkungan dan aktivitas masyarakat secara luas,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan peserta didik PTIK, Sespima dan Setukpa juga memberikan pengalaman lapangan dalam membangun komunikasi dengan masyarakat serta mengedepankan langkah preventif dan humanis dalam menghadapi persoalan yang berdampak luas.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi maupun kejadian kebakaran. Pencegahan akan jauh lebih efektif apabila Polri, pemerintah dan masyarakat bergerak bersama,” tambahnya.
Program tersebut memperkuat langkah preventif Polda Sumsel dalam mencegah Karhutla melalui pendekatan langsung kepada masyarakat. Edukasi hingga ke wilayah rawan diharapkan membangun kepedulian bersama dan mencegah munculnya titik api baru demi menjaga lingkungan serta kualitas udara di Sumatera Selatan.


















