Antar-OPD Harus Saling Mengingatkan, Pelayanan Publik Jangan Sampai Mencoreng Pemeeintah kota Metro
METRO, faktadetiknews.biz.id — Menjelang pelaksanaan Sosialisasi Antikorupsi sebagai bentuk kerja sama masyarakat sipil Kota Metro dengan Pemerintah Kota Metro, dengan menghadirkan Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, integritas dan profesionalitas seluruh perangkat daerah menjadi perhatian penting.
Inisiator kegiatan, Hendra Apriyanes, menegaskan bahwa semangat antikorupsi harus tercermin dalam perilaku dan pelayanan seluruh aparatur pemerintahan. Antar-OPD harus saling memberikan contoh yang baik serta berani saling mengingatkan apabila terdapat tindakan yang berpotensi menimbulkan persoalan.
Menurut Anes, perhatian khusus perlu diberikan kepada APIP, karena lembaga pengawasan internal pemerintah memiliki posisi strategis dalam membangun budaya kepatuhan dan integritas di lingkungan pemerintahan.
APIP harus menjadi teladan. Bagaimana OPD-OPD lain mau mengikuti dan menjadikan pengawasan sebagai budaya kalau justru APIP tidak mampu memberikan contoh yang baik, termasuk dalam pelayanan kepada masyarakat?” tegas Anes
Ia menilai, APIP tidak cukup hanya memberikan teguran atau rekomendasi kepada OPD lain. Keteladanan harus dimulai dari diri sendiri, termasuk dalam memberikan pelayanan yang profesional, transparan, responsif, dan sesuai aturan.
“Jangan sampai masyarakat justru mendapatkan contoh pelayanan yang tidak baik dari institusi yang seharusnya menjadi penjaga kepatuhan. Ini akan menjadi kontradiksi yang sangat serius,” ujarnya.
Anes juga mengingatkan agar tidak ada tindakan atau keputusan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang berpotensi mencoreng nama baik Pemerintah Kota Metro maupun membawa konsekuensi hukum di kemudian hari.
“Kalau ingin membangun pemerintahan yang bersih, maka semua harus dimulai dari keteladanan. APIP memberikan contoh, OPD mengikuti, dan antar-OPD saling mengingatkan. Jangan saling membiarkan,” katanya.
Ia berharap momentum Sosialisasi Antikorupsi tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat budaya integritas di seluruh perangkat daerah.
“Masyarakat sipil ingin menjadi mitra kritis pemerintah. Kita ingin Pemerintah Kota Metro semakin kuat, semakin dipercaya, dan semakin baik dalam melayani masyarakat. Karena itu, setiap potensi persoalan harus dicegah sejak awal,” pungkas Anes


















