JAKARTA, faktadetiknews.biz.id — Anak perusahaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP), meraih Juara 3 Apresiasi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) 2026 untuk kategori Off-Grid, subkategori Power, yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
Penghargaan tersebut diterima langsung Operation & Technical Director HBAP Zheng GuoXiong yang mewakili manajemen perusahaan pada acara penyerahan penghargaan, 5 September 2026.
Prestasi itu diraih atas inovasi HBAP dalam mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Landfill berkapasitas 44,88 kWp secara hybrid off-grid di area pengelolaan limbah Fly Ash and Bottom Ash (FABA) Ash Yard PLTU Sumsel 8.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen PTBA Group dalam mengintegrasikan energi bersih ke dalam kegiatan operasional.
> “Inovasi pemanfaatan PLTS hybrid off-grid di HBAP memperlihatkan bagaimana entitas anak perusahaan mampu bertransformasi dan memberikan nilai tambah nyata bagi penurunan emisi karbon serta efisiensi operasional,” ujar Eko.
Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan tersebut turut memperkuat praktik operasional yang berkelanjutan, khususnya dalam mendukung efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.
Sejak beroperasi secara hybrid off-grid, PLTS Landfill HBAP bersama PLTS HBAP #1 berkapasitas 162,25 kWp disebut telah memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan operasional.
Program tersebut diklaim mampu menekan emisi CO₂ sebesar 82,86 ton, atau setara dengan daya serap karbon lebih dari 3.300 pohon. Selain itu, pemanfaatan energi surya juga dinilai dapat mencegah potensi pencemaran udara serta mendukung efisiensi biaya energi hingga puluhan juta rupiah setiap tahun.
Direktur Utama HBAP Chen Xingyu mengatakan penghargaan dari Ditjen EBTKE Kementerian ESDM menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan portofolio energi hijau.
> “Pengoperasian PLTS Landfill secara hybrid off-grid ini hanyalah awal dari langkah besar HBAP dalam mendukung keberlanjutan energi,” kata Chen.
Ke depan, HBAP menargetkan ekspansi kapasitas pemanfaatan energi surya hingga 2–3 MWp di area operasional perusahaan. HBAP juga berencana memperluas program pemanfaatan FABA secara sirkular untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Manajemen PTBA menilai pencapaian tersebut menjadi bukti komitmen PTBA Group dalam mengakselerasi transisi energi di Indonesia.
Pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan operasional HBAP diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi dan reliabilitas pasokan listrik secara mandiri, tetapi juga mendukung peta jalan keberlanjutan PTBA menuju pencapaian target Net Zero Emission (NZE). (Red)


















