banner 728x250

Hotspot Sumsel Tembus 600 Titik, Tertinggi Sepanjang 2026; OKI Terbanyak

banner 120x600
banner 468x60

PALEMBANG, faktadetiknews.biz.id – Titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali melonjak. Pada 21 Agustus 2026, terpantau sebanyak 600 hotspot, angka tertinggi sepanjang tahun ini di Bumi Sriwijaya.

 

banner 325x300

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, mencapai 251 titik.

 

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan peningkatan hotspot terjadi selama dua hari berturut-turut. Pada 20 Agustus, tercatat 449 titik, kemudian meningkat 151 titik menjadi 600 hotspot pada 21 Agustus.

 

“Jumlah hotspot kembali meningkat. Pada 20 Agustus tercatat 449 titik, kemudian pada 21 Agustus mencapai 600 titik. Ini menjadi jumlah hotspot tertinggi sepanjang 2026,” kata Sudirman.

 

Dari 251 hotspot di OKI, sebanyak 76 titik berada di lahan gambut, sedangkan 175 titik berada di lahan mineral.

 

Selanjutnya, Kabupaten Muara Enim mencatat 73 hotspot, terdiri atas 15 titik di lahan gambut dan 57 titik di lahan mineral. Kabupaten Musi Banyuasin mencatat 71 titik, dengan rincian 12 titik di lahan gambut dan 59 titik di lahan mineral.

 

Sementara Kabupaten Banyuasin mencatat 69 hotspot, terdiri atas 15 titik di lahan gambut dan 54 titik di lahan mineral.

 

Hotspot juga terpantau di sejumlah wilayah lainnya, antara lain OKU Timur sebanyak 37 titik dan Lahat 21 titik.

 

“Hanya Lubuklinggau dan Pagar Alam yang nihil hotspot,” ungkap Sudirman.

 

Menurutnya, peningkatan jumlah hotspot menjadi perhatian serius, terutama karena sebagian titik berada di kawasan lahan gambut. Kawasan tersebut memiliki potensi lebih besar mengalami kebakaran dan relatif sulit dipadamkan apabila api sudah meluas.

 

“Kenaikan jumlah hotspot ini menjadi perhatian karena sebagian titik terpantau berada di kawasan lahan gambut yang memiliki potensi lebih besar untuk mengalami kebakaran dan sulit dipadamkan jika api sudah meluas,” ujarnya.

 

BPBD Sumsel, lanjut Sudirman, terus meningkatkan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

“Upaya groundcheck kita tingkatkan untuk mengantisipasi adanya karhutla, baik melalui darat maupun udara. Kondisi cuaca saat ini juga sudah puncak kemarau, di mana sumber air juga makin sulit,” katanya.

 

Sudirman mengimbau masyarakat dan seluruh pihak agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

 

“Kita mengimbau seluruh pihak untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” tukasnya. (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *