banner 728x250
Berita  

Sekolah Negeri di Bone Memprihatinkan: Pagar Sejak 1963 Tak Pernah Tersentuh Renovasi

banner 120x600
banner 468x60

BONE, SULAWESI SELATAN – Kondisi infrastruktur pendidikan di daerah kembali menjadi sorotan. SD Negeri 292 Pammusureng yang terletak di Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, kini menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas yang dinilai menghambat proses belajar mengajar.

Salah satu persoalan utama adalah pagar sekolah yang hingga saat ini masih berupa susunan batu pondasi lama sejak tahun 1963. Selama lebih dari enam dekade, pagar tersebut belum pernah mendapatkan bantuan renovasi atau pembangunan ulang dari pemerintah.

banner 325x300

Kepala Desa Pammusureng, Syarifuddin, S.P., mengungkapkan bahwa perbaikan pagar sekolah sebenarnya sudah berulang kali diusulkan dalam program prioritas pembangunan desa. Namun hingga kini, realisasi bantuan tersebut belum juga terealisasi.

“Pagar sekolah ini sudah beberapa kali kami ajukan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Padahal ini sangat penting untuk keamanan lingkungan sekolah,” ujarnya.

Tidak hanya pagar, kondisi ruang kelas, lemari buku, serta papan tulis di sekolah tersebut juga dilaporkan sudah tidak layak digunakan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas pembelajaran siswa yang setiap hari menggunakan fasilitas tersebut.

Kepala UPT SD Negeri 292 Pammusureng, Sakka, S.Pd., menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam melakukan perbaikan. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima dinilai sangat terbatas dan tidak dapat digunakan untuk pembangunan fisik.

“Dana BOS yang kami terima sangat kecil dan penggunaannya juga diatur ketat. Tidak bisa dipakai untuk pembangunan seperti pagar atau renovasi besar, sehingga kami sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah,” jelasnya.

Ketiadaan pagar yang layak juga berdampak pada keamanan lingkungan sekolah. Hewan ternak milik warga kerap masuk ke area sekolah, yang berpotensi mengganggu aktivitas belajar siswa serta merusak fasilitas yang ada.

Pihak sekolah dan pemerintah desa berharap adanya perhatian serius dari Dinas Pendidikan maupun Kementerian Pendidikan untuk segera memberikan bantuan pembangunan, khususnya pagar sekolah, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama di wilayah pedesaan. Dukungan infrastruktur yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan dan masa depan generasi penerus bangsa.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *