banner 728x250

Wakapolri: 418 Lulusan Sespim Polri Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Stabilitas Nasional

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, faktadetiknews.biz.id – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa 418 lulusan pendidikan kepemimpinan Polri harus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika global, percepatan transformasi digital, dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

banner 325x300

Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin upacara penutupan Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-35, Sespimmen Polri Dikreg ke-66, Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Angkatan ke-3, dan Sespimma Polri Angkatan ke-75 Tahun Anggaran 2026 di Sespim Lemdiklat Polri, Jumat (3/7/2026).

Sebanyak 418 peserta didik resmi menyelesaikan pendidikan, terdiri dari 57 peserta Sespimti, 201 peserta Sespimmen, 35 peserta SPPK, dan 125 peserta Sespimma. Para lulusan akan kembali ke satuan masing-masing sebagai calon pemimpin yang diharapkan mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis.

“Kelulusan ini merupakan awal pengabdian dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, dan berintegritas, serta mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis,” ujar Wakapolri.

Pendidikan tahun ini juga memperkuat kolaborasi lintas institusi. Program Sespimti diikuti peserta dari Polri, TNI, Kejaksaan Agung, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sementara program Sespimmen juga diikuti peserta dari Polri, TNI, dan dua peserta mancanegara dari Timor-Leste sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional.

Dalam amanatnya, Wakapolri mengingatkan bahwa kondisi global masih dipenuhi ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perang, serta persaingan antarnegara yang berdampak pada sektor energi, pangan, logistik, hingga perekonomian dunia. Menurutnya, situasi tersebut turut memengaruhi Indonesia sehingga membutuhkan stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Ia menegaskan Polri memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan agar berbagai program pemerintah, seperti swasembada pangan dan energi, hilirisasi industri, serta pertumbuhan ekonomi nasional dapat berjalan dengan baik.

Selain tantangan global, perkembangan teknologi juga mengubah lanskap keamanan. Kejahatan siber, penyebaran hoaks, disinformasi, hingga penyalahgunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi tantangan baru yang harus diantisipasi.

Karena itu, seluruh lulusan diminta meningkatkan kompetensi digital melalui penguasaan AI, analisis data, dan Open Source Intelligence (OSINT) agar mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan berbasis data.

“Pemimpin Polri masa depan harus memiliki kemampuan membaca perubahan zaman, menguasai teknologi, serta mampu mengelola setiap dinamika melalui kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada penyelesaian masalah,” tegasnya.

Wakapolri juga mengingatkan bahwa ancaman terorisme dan ekstremisme masih berkembang, khususnya melalui ruang digital yang menyasar generasi muda. Sepanjang periode 2023–2026, Polri berhasil melakukan preventive strike terhadap 265 tersangka dari delapan kelompok teroris serta mempertahankan capaian zero terrorist attack selama tiga tahun berturut-turut.

Meski demikian, seluruh jajaran diminta tidak lengah terhadap berkembangnya radikalisme digital maupun fenomena Nihilistic Violent Extremism. Penguatan deteksi dini, kontra narasi, deradikalisasi, serta pengawasan ruang siber harus terus diperkuat bersama seluruh pemangku kepentingan.

Mengutip pesan Prabowo Subianto pada Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri menekankan bahwa kekuatan Polri bertumpu pada kepercayaan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan hasil Survei Litbang Kompas yang menunjukkan 82,4 persen masyarakat optimistis kinerja Polri akan semakin baik.

“Rekan-rekan adalah wajah Polri di tengah masyarakat. Setiap tindakan, keputusan, dan sikap saudara akan mencerminkan kehormatan institusi. Pegang teguh integritas, junjung tinggi profesionalisme, serta hadir memberikan pelayanan yang humanis agar Polri semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Polri juga memberikan penghargaan kepada peserta didik berprestasi. Penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Utama diraih Kombes Pol. Yudhis Wibisana, S.I.K., M.H. untuk kategori Sespimti. Penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Utama Madya diraih Kompol Ardyan Yudo Setyantono, S.H., S.I.K. (Sespimmen) dan Kompol Dr. Jonathan Hasudungan, S.H., M.H. (SPPK). Sementara penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Pratama pada kategori Sespimma diberikan kepada AKP Riza Ariwibowo, S.H., M.M.

Menutup amanatnya, Wakapolri mengajak seluruh lulusan menjadikan ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama pendidikan sebagai bekal untuk memperkuat institusi, meningkatkan sinergi, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam menghadapi tantangan masa depan.

(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *