SURABAYA BANJARMASIN, faktadetiknews.biz.id – Tragedi kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa masih menyisakan duka dan harapan. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian, sementara 108 orang telah berhasil diselamatkan dan enam orang dinyatakan meninggal dunia.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa 243 orang, terdiri atas penumpang dan awak kapal. Kapal mengalami keadaan darurat dan kemudian terbalik di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).
Data korban tersebut masih menjadi acuan dalam operasi pencarian dan pertolongan. Laporan Basarnas yang dikutip sejumlah media mencatat 108 orang berhasil diselamatkan, enam meninggal dunia, sedangkan 129 lainnya masih dalam pencarian.
Upaya pencarian hingga Kamis (17/9/2026) masih menghadapi kondisi laut yang berat. Arus bawah laut yang kuat dan gelombang tinggi membuat penyelaman ke lokasi kapal tidak mudah dilakukan.
Tim SAR juga mempertimbangkan operasi untuk membalikkan posisi kapal yang terbalik. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu proses pemeriksaan dan pencarian korban di bagian dalam kapal. Reuters melaporkan kapal telah bergeser sekitar 450 meter dari posisi sebelumnya dan berada di kedalaman sekitar 29 meter.
Di tengah proses pencarian, keluarga korban masih menunggu kabar mengenai anggota keluarga mereka. Status 129 orang tersebut saat ini masih dalam pencarian, sehingga identitas mereka tidak semestinya langsung dinyatakan sebagai korban meninggal sebelum terdapat hasil evakuasi dan identifikasi resmi.
Sejumlah korban selamat yang telah dipublikasikan berasal dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Madura, dan sejumlah wilayah lainnya.
Sementara itu, sejumlah korban meninggal dunia telah menjalani proses identifikasi. Salah satunya dilaporkan Nurul Rian Hidayat, warga Pamekasan, Madura, yang tercatat sebagai anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8.
Korban meninggal lainnya yang telah diidentifikasi juga telah diserahkan kepada pihak keluarga melalui proses penanganan korban yang dilakukan tim terkait.
Hingga kini, operasi SAR masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur. Kondisi cuaca dan laut menjadi salah satu tantangan utama dalam pencarian korban.
Pemerintah dan tim SAR juga terus mengupayakan berbagai metode untuk memperluas pencarian, termasuk pencarian permukaan dan rencana operasi terhadap bangkai kapal.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Di sisi lain, proses pencarian terhadap 129 orang yang masih dinyatakan hilang terus menjadi perhatian utama.
Harapan keluarga agar kerabat mereka dapat ditemukan masih terbuka selama operasi pencarian berlangsung.
Al-Fatihah bagi korban yang telah meninggal dunia. Doa dan harapan terus dipanjatkan bagi mereka yang masih dalam pencarian, serta kekuatan bagi seluruh keluarga yang menanti kabar dari tim SAR.Catatan redaksional: untuk publikasi daftar nama korban, sebaiknya gunakan hanya nama yang sudah diumumkan atau dikonfirmasi Basarnas/DVI/otoritas terkait.
(Red)


















