banner 728x250

Jasad ABK Kapal yang Angkut Lima Jurnalis Ditemukan di Bengkulu

banner 120x600
banner 468x60

BENGKULU, faktadetiknews.biz.id — Misteri hilangnya KM Arupadhatu yang membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal di perairan Selat Sunda mulai menemukan titik terang. Jasad salah satu anak buah kapal (ABK), Surakman (60), ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu Utara.

 

banner 325x300

Surakman, warga Carita, Pandeglang, Banten, ditemukan pada Sabtu (12/9), atau hari kelima pencarian. Identitas korban kemudian dipastikan melalui pemeriksaan DNA oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

 

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, pihaknya memperoleh informasi mengenai penemuan jasad tanpa identitas atau Mr X di wilayah Pulau Enggano.

 

“Pada hari Sabtu, hari kelima pencarian, kita mendapatkan informasi dari Bengkulu bahwa di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, ditemukan seorang jenazah Mr X,” ujar Hengki dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Serang, Rabu (23/9).

 

Jasad tersebut kemudian dievakuasi menggunakan pesawat Cessna menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu. Tim DVI Polda Banten dan Polda Bengkulu selanjutnya melakukan pencocokan data antemortem dan postmortem dengan keluarga korban.

 

“Hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan DVI, secara genetik, jenazah teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal,” kata Hengki.

 

Sebelumnya, operasi SAR terhadap delapan orang yang berada di KM Arupadhatu, terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal, resmi dihentikan pada Kamis (17/9) setelah berlangsung selama 10 hari.

 

Kapal tersebut berangkat dari dermaga Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) untuk membawa para jurnalis meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Kapal kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.

 

Operasi pencarian melibatkan unsur Basarnas Banten, Lampung hingga Bengkulu. Namun, hingga operasi dihentikan, belum ditemukan kapal maupun tujuh orang lainnya yang masih dinyatakan hilang.

 

Tiga awak kapal tersebut yakni Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

 

Sementara lima jurnalis yang berada di kapal tersebut adalah M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis/Yudistiro, Firman, dan Donal.

 

Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) sebelumnya menyebut sebagian besar jurnalis tersebut merupakan wartawan foto. Bagus merupakan pewarta foto Kantor Berita Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro dari iNews.id, Firman dari Anadolu Agency, sedangkan Donal merupakan jurnalis lepas.

 

Setelah operasi SAR dihentikan, keluarga para jurnalis dan awak kapal menggelar tabur bunga di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, pada Jumat (18/9).

 

(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *