banner 728x250

PWI SINTANG RESMI TERBENTUK, PEMKAB DORONG PERS TETAP JADI MITRA KRITIS

banner 120x600
banner 468x60

SINTANG, faktadetiknews.biz.id — Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sintang periode 2026–2029 resmi terbentuk. Taufik Hidayat terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Sintang dalam Konferensi Kabupaten (Konferenkab) I yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Sintang, Selasa (22/9/2026).

Taufik bersama jajaran pengurus kemudian dikukuhkan dan dilantik Ketua PWI Kalimantan Barat Kundori, disaksikan jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang.

banner 325x300

Usai terpilih, Taufik menegaskan PWI Sintang tidak boleh sekadar menjadi organisasi tempat berkumpulnya wartawan. Organisasi profesi tersebut harus menjadi ruang untuk meningkatkan kompetensi, berdiskusi, bertumbuh, sekaligus memperjuangkan profesionalisme insan pers.

“PWI Sintang ke depan tidak boleh hanya menjadi organisasi tempat berkumpulnya wartawan. PWI harus menjadi ruang belajar, ruang bertumbuh, ruang berdiskusi sekaligus ruang perjuangan bersama bagi insan pers,” ujar Taufik.

Sejumlah program menjadi prioritas kepengurusan baru, antara lain peningkatan kompetensi wartawan, penguatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, keterlibatan pers dalam isu strategis daerah, kegiatan sosial, serta regenerasi organisasi.

Taufik juga menekankan pentingnya membangun hubungan dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat dan elemen masyarakat lainnya.

Namun, kemitraan tersebut tidak boleh menghilangkan fungsi pers sebagai kontrol sosial.

“Hubungan yang baik harus dibangun agar komunikasi publik berjalan dengan baik. Kritik dapat disampaikan secara konstruktif dan masyarakat memperoleh informasi yang benar, berimbang serta dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Dorong Kompetensi Wartawan Muda

Taufik menyebut peningkatan kompetensi wartawan, khususnya wartawan muda, menjadi salah satu fokus utama kepengurusannya.

Menurut dia, wartawan muda perlu diberikan ruang untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik melalui pendidikan, pembekalan dan uji kompetensi.

“Kita ingin meningkatkan kualitas mereka, dari wartawan muda menjadi wartawan yang semakin profesional dan kompeten,” ujarnya.

Selain kompetensi, PWI Sintang juga akan mendorong wartawan lebih aktif mengangkat persoalan strategis di daerah, seperti kawasan gambut, daerah aliran sungai, kebakaran hutan dan lahan, wilayah perbatasan serta daerah terpencil.

Taufik menilai berbagai persoalan tersebut dapat menjadi bahan karya jurnalistik yang berkualitas dan memiliki nilai bagi masyarakat.

Ia juga mendorong wartawan Sintang menghasilkan karya yang mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional. Taufik sendiri tercatat pernah memperoleh Anugerah Adinegoro.

PWI Kalbar: Kepengurusan Definitif Jadi Sejarah Baru

Ketua PWI Kalimantan Barat Kundori menyampaikan selamat kepada Taufik Hidayat beserta seluruh jajaran pengurus PWI Sintang periode 2026–2029.

Menurut Kundori, terbentuknya kepengurusan definitif PWI Sintang merupakan bagian penting dalam perjalanan organisasi PWI di Kalimantan Barat.

“Ini menjadi sejarah baru. PWI Provinsi Kalbar sudah bisa membentuk kepengurusan definitif di Kabupaten Sintang,” kata Kundori.

Kundori berharap kepengurusan baru mampu memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas anggota.

Ia mengingatkan bahwa keanggotaan organisasi profesi wartawan harus diikuti pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Pemkab Sintang Terbuka Dikritik

Sementara itu, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny berharap PWI menjadi wadah bagi wartawan dan generasi muda yang memiliki minat terhadap dunia jurnalistik.

Ia juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Sintang terbuka terhadap kritik dan masukan dari insan pers.

Menurut Florensius, kritik dari media dapat menjadi informasi pembanding bagi pemerintah dalam mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan.

“Jangan karena di pendopo wakil bupati lalu tidak boleh mengkritik pemerintah. Boleh. Itu merupakan informasi bagi kami,” tegasnya.

Ia mengakui pemerintah membutuhkan perspektif dari luar struktur pemerintahan untuk melihat berbagai persoalan secara lebih objektif.

Meski demikian, Florensius mengharapkan kritik yang disampaikan tetap konstruktif serta berpedoman pada etika jurnalistik.

“Bagaimana memberikan kritik, masukan dan pendapat tentu ada etikanya. Saya yakin teman-teman PWI memahami hal tersebut,” katanya.

Ia berharap PWI Sintang periode 2026–2029 dapat menjadi rumah bagi wartawan untuk meningkatkan kompetensi, menjaga profesionalisme, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *