Faktadetiknews – Mataram – Tiga mahasiswa Universitas Mataram asal Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, berhasil mencuri perhatian dalam kompetisi Business Plan tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diselenggarakan oleh HIPMI NTB. Melalui ide usaha berbasis peternakan modern dan ramah lingkungan, mereka sukses meraih posisi ketiga dalam ajang tersebut.
Ketiga mahasiswa itu adalah Muhamad Dicky Subagia, Aryanto Arbi, dan Zidni Ilman. Mereka mengusung konsep usaha bernama “KroHerb”, sebuah inovasi pakan ternak berbahan dasar kroto yang dipadukan dengan tanaman herbal alami untuk mendukung sistem peternakan sehat dan berkelanjutan.
Kompetisi yang diikuti puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi dan komunitas bisnis muda di NTB itu berlangsung dalam beberapa tahapan seleksi. Seluruh peserta terlebih dahulu mengajukan proposal bisnis yang kemudian dinilai berdasarkan aspek kreativitas, peluang pengembangan usaha, serta manfaat ekonomi dan sosial yang ditawarkan.
Dari proses penilaian awal, hanya sepuluh tim terbaik yang berhasil melaju ke sesi presentasi. Pada tahap ini, tim asal Masbagik tampil mempresentasikan gagasan mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi dan pelaku usaha.
Presentasi berlangsung di Camoris Coffee & Resto, Pagutan, Kota Mataram. Berkat konsep yang dianggap inovatif dan memiliki prospek bisnis yang menjanjikan, tim KroHerb berhasil melangkah ke babak final bersama dua tim lainnya.
Babak puncak kompetisi digelar di Prime Plaza Hotel Mataram dengan menghadirkan investor dan sejumlah tokoh dunia usaha. Dalam kesempatan tersebut, tim mahasiswa Universitas Mataram memaparkan konsep pakan ternak alternatif yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis dan antibiotik pada sektor peternakan.
Mereka memanfaatkan kroto sebagai sumber protein alami yang kemudian dikombinasikan dengan bahan herbal seperti kunyit, jahe, dan daun kelor. Kombinasi tersebut diyakini mampu meningkatkan kesehatan ternak sekaligus menghasilkan pakan yang lebih ekonomis dan aman bagi lingkungan.
Sebelum dikembangkan menjadi proposal bisnis, tim KroHerb diketahui telah melakukan riset awal dan uji coba sederhana guna melihat efektivitas bahan-bahan alami tersebut sebagai formulasi pakan ternak.
Selain menawarkan produk pakan, mereka juga memperkenalkan konsep pengembangan kawasan eko-eduwisata berbasis masyarakat. Program itu dirancang untuk mengintegrasikan budidaya semut rangrang, kebun produktif, hingga proses produksi pakan herbal dalam satu kawasan edukatif dan produktif.
Ide yang mereka tawarkan mendapat respons positif dari sejumlah investor yang hadir pada sesi final. Beberapa pihak bahkan menyatakan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan usaha KroHerb di masa mendatang.
Muhamad Dicky Subagia mengatakan bahwa inovasi tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan peluang bisnis baru, tetapi juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Prestasi yang diraih ketiga mahasiswa asal Lombok Timur tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda daerah memiliki potensi besar dalam menghadirkan inovasi kreatif berbasis riset yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(red)


















