LAMPUNG TIMUR, faktadetiknews.biz.id — Semangat kebersamaan dan gotong royong yang luar biasa ditunjukkan oleh delapan organisasi pers di Kabupaten Lampung Timur dalam memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Tanpa anggaran besar, insan pers bersatu menggelar rangkaian kegiatan sosial yang bermanfaat sekaligus meriah, diisi donor darah, santunan anak yatim, hingga lomba-lomba tradisional.
Delapan organisasi pers yang berkolaborasi dalam kegiatan tersebut yakni Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Ikatan Wartawan Online (IWO), Forum Jurnalis Harian Lampung Timur (FJHLT), Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI), Perkumpulan Wartawan Seluruh Indonesia (PWSI), Aliansi Wartawan Pers Indonesia (AWPI), dan Persatuan Wartawan Lampung Timur (PWLT).
Kegiatan ini lahir dari kesepakatan bersama untuk menunjukkan bahwa insan pers tidak hanya berperan di ruang redaksi, tetapi juga hadir dan peduli di tengah masyarakat.
Juru bicara delapan organisasi pers sekaligus Ketua PD IWO Lampung Timur, A. Zohiri ZA, S.Pd.I., yang akrab di sapa Azohirri, menyampaikan makna mendalam di balik kegiatan ini.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dengan keterbatasan yang ada, insan pers juga mampu bergotong royong membuat kegiatan yang bermanfaat dan meriah. Pemerintah membuat kegiatan itu wajar karena ada anggaran. Tapi kami membuktikan: kemauan dan kebersamaan jauh lebih besar daripada sekadar dana.”
“Wartawan tidak hanya bertugas mencari dan menulis berita, kami juga mampu berkolaborasi, berkontribusi, dan hadir memberi manfaat nyata bagi sesama,” tegas Azohirri kepada media ini, Kamis 27 Agustus 2026.
Lebih lanjut Azohirri mengatakan, rangkaian acara dimulai dengan donor darah dan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu, sebagai wujud kepedulian sosial insan pers terhadap sesama warga.
Sebelum perlombaan dimulai, seluruh peserta dan tamu undangan berdiri tegak menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Momen khidmat ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat akan jasa para pahlawan yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan turut dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Lampung Timur, Polres Lampung Timur, serta sejumlah OPD setempat. Suasana semakin meriah dengan berbagai perlombaan rakyat yang menguji kekompakan dan keceriaan, yaitu balap karung, makan kerupuk, memasukkan paku ke dalam botol, tebak kata dan permainan gaplek.
Seluruh peserta tampak antusias, tertawa bersama, dan saling mendukung, menjadikan ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan sarana mempererat tali persaudaraan antar sesama insan pers.
Di penghujung acara, dilakukan pembagian hadiah bagi para pemenang. Azohirri menegaskan bahwa bukan nilai hadiah yang menjadi tujuan utama, melainkan semangat yang terbangun.
“Meskipun hadiahnya sederhana, kata Azohirri, semangatnya luar biasa. Kekompakan ini yang harus dijaga. Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk tidak berbuat baik. Selama kita bersatu, gotong royong, dan saling mendukung, hal-hal indah pasti bisa kita wujudkan bersama.”
Kegiatan ini diharapkan menjadi tradisi berkelanjutan, membuktikan bahwa semangat kemerdekaan, persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air tetap membara di dada insan pers Lampung Timur,” harap Azohirri.(Reza)


















