banner 728x250

Buntut Konfirmasi Pemecatan TPG ke Camat, Aparatur Gampong di Pidie Ancam ”Habisi” Wartawan

banner 120x600
banner 468x60

SIGLI, faktadetiknews.biz.id — Harmadi wartawan Kompartif.id bertugas di Pidie mendapatkan ancaman dan intimidasi untuk ”dihabisi” dari sejumlah aparatur Gampong Batee. Ancaman itu terjadi setelah jurnalis tersebut melakukan konfirmasi kepada Camat Muara Tiga terkait kasus pemecatan Tuha Peut Gampong.

 

banner 325x300

”Ancaman dan intimidasi itu muncul setelah saya mengkonfirmasi kasus pemecatan TPG secara ilegal oleh aparatur Gampong Bate kepada Camat Muara Tiga Mustafa,” kata Harmadi, kepada Aceh Online, Kamis (30/7/2026).

 

Menurutnya, konfirmasi yang dilayang kepada Camat tersebut merupakan tugas dan fungsi jurnalistik untuk memastikan pemecatan TPG gampong itu telah menyalahi aturan.

 

Uniknya, sambung Harmadi, Camat tersebut tidak menjawab konfirmasinya, namun merngirimkan beberapa pertanyaan tersebut kepada Keuchik Gampong Batee.

 

”Sebab, pemecatan TPG gampong tersebut cacat secara hukum, pertanyaan konfirmasi itu menjadi pemantik kemarahan sejumlah aparatur gampong. Seharusnya camat yang menjwab konfirmasi saya,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, setelah mendapatkan informasi pemecatan dan pemilihan TPG baru yang dilakukan oleh Keuchik didukung oleh sejumlah aparatur Gampong Batee, dirinya mengkonfirmasi Camat Muara Tiga Mustafa, pada Selasa (28/7/2026) sekira pukul 15.03 WIB.

 

Setelah konfirmai itu, sambung Harmadi, sekira pukul 20.30 WIB Kaur Pembangunan Gampong Batee Maulidin (Molot) menemui dirinya, menyampaikan pesan untuk menemui Keuchik Batee Zakaria di jembatan Gampong Imasan perbatasan Gampong suka Jaya.

 

Mendapatkan informasi tersebut, dirinya bersama Maulidin bergerak ke lokasi yang telah disepakati bertemu. Anehnya lagi, Kaur Pembangunan tersebut menunggu dan memastikan dirinya menjumpai Keuchik tersebut.

 

”Melihat gelagat aneh, saya coba untuk tenang dan memastikan untuk menemui Kechik tersebut,” jelasnya.

 

Saat di lokasi tersebut, Harmadi mengatakan sudah menunggu Keuchik Zakaria bersama seorang warga bernama Mahfud.

 

Kronologi pertama pada hari Selasa sekitar pukul 15.03 wib mencoba konfirmasi camat mengenai pengamatan TPG gampong Batee

 

Tidak lama kemudian, datang sejumlah perangkat Gampong Batee termasuk TPG yang telah terpilih untuk mengklarifikasi konfirmasi dirinya kepada Camat Muara Tiga tersebut.

 

Salah seorang apratur gampong itu dengan nada tinggi mengatakan “kenapa harus bertanya kepada camat masalah gampong Batee, kenapa tidak tanya langsung kepada Keuchik,” ujarnya mencontohkan gaya aparatur gampong tersebut.

 

Melihat kondisi tersebut, sekira pukul 21.36 WIB dirinya menghubungi Camat Muara Tiga Mustafa, untuk datang ke lokasi tersebut memperjelas persoalan konfirmasinya, Namun Camat tersebut mengelak serta mematikan telponannya.

 

“Saya sempat minta Camat datang ke lokasi pertemuan itu, biar jelas maksud dan tujuan konfirmasi berita. Lucunya, camat seperti buang badan terhadap persoalan itu,” ungkapnya.

 

Melihat kondisi semakin tiak kondusif, Harmadi sempat meminta pertemuan tersebut didampingi oleh polisi. Namun, seluruh aparatur gampong Batee menolak permintaan tersebut.

 

Harmadi menambahkan bahwa salah satu TPG gampong tersebut Muhammad Suib mengatakan, ”jangan pernah ikut campur urusan Gampong Batee, kalau ikut campur maka kamu akan saya habisi,” kata nya mengulang ucapann M Suib.

 

Sementara, salah satu Kaur Gampong Batee Subhan, juga mengatakan kalau masih mengurusi persoalan TPG gampong tersebut dirinya akan berurusan dengan aparatur gampong itu.

 

Lalu salah seorang tpg mengatakan kepada saya jangan pernah ikut campur urusan Gampong Batee kalau ikut campur urasan Gampong Batee kamu akan tau akibatnya.

 

”Kalau ke depan masih tanya kepada Camat masalah Gampong Batee, kami tidak akan diam, dan kami siap mendukung Camat Muara Tiga sebab telah membatu desa kami,” ucapnya mencontohkan ucapan Subhan pada malam itu.

 

Tekanan serupa juga datang dari Ketua Forum Keuchik Muara Tiga, M. Daud Syafari. Ia meminta agar awak media tidak melibatkan camat dalam urusan internal gampong dan melontarkan pernyataan bernada menyudutkan kerja jurnalis.

 

“Kalau mau tulis berita, lebih baik tulis berita kesalahan MBG dan kesalahan Kopari Merah Putih karena bangunan tidak sesuai dengan anggaran desa yang telah dipotong,” ucap M. Daud, sembari melontarkan tudingan bernada ancaman terkait materi pemberitaan.

 

Terkait hal tersebut, Camat Muara Tiga, Mustafa, dikonfirmasi Aceh Online, membantah adanya ancaman, namun dia mengetahui adanya pertemuan Jurnalis dengan sejumlah aparatur gampong tersebut.

”Tidak ada ancaman, namun itu hanya ucapan masyarakat saja. Saya pastikan tidak ada ancaman ya,” imbuhnya.

 

Hingga saat ini belum mendapatkan konfirmasi dari Keuchik Gampong Batee.

(R.01/Ro24/HS Red/BPN)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *