banner 728x250

Diduga Hina Keluarga Lewat Live TikTok, Dua Mahasiswi Dilaporkan ke Polres Manggarai

banner 120x600
banner 468x60

RUTENG NTT, faktadetiknews.biz.id – Seorang mahasiswi berinisial MS melaporkan dua rekan sekampusnya, LF dan YA, ke Kepolisian Resor (Polres) Manggarai, Sabtu (25/7/2026). Keduanya diduga melakukan penghinaan terhadap keluarga pelapor melalui siaran langsung (live) di media sosial TikTok.

 

banner 325x300

MS mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Manggarai sekitar pukul 16.00 WITA didampingi ayah kandungnya, SW. Laporan tersebut diajukan atas dugaan penghinaan yang diduga dilakukan melalui akun TikTok bernama “Gian”.

 

Pihak kepolisian telah menerima laporan tersebut dan menerbitkan Tanda Terima Surat Pengaduan Masyarakat dengan Nomor: DUMAS/110/VII/2026/Res.Manggarai/Polda NTT, tertanggal 25 Juli 2026.

 

Kepada wartawan, SW menjelaskan bahwa persoalan itu bermula dari percakapan santai dengan ketiga mahasiswi yang saat itu sedang menempuh pendidikan keperawatan dan berada di tahap akhir perkuliahan. Sebagai orang tua, ia mengaku hanya menyarankan agar mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang profesi Ners setelah lulus.

 

“Saya hanya menyarankan agar setelah tamat mereka melanjutkan pendidikan profesi Ners karena itu yang dibutuhkan di dunia kerja. Namun kemudian muncul siaran langsung di akun TikTok atas nama Gian yang berisi kata-kata yang menghina keluarga kami. Kami merasa martabat keluarga direndahkan,” ujar SW.

 

Merasa nama baik keluarganya telah dicemarkan, MS bersama ayahnya memutuskan menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan peristiwa tersebut ke Polres Manggarai. Mereka berharap laporan itu dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Tak lama berselang, media melakukan konfirmasi kepada LF dan YA melalui WhatsApp dan mendapatkan tanggapan atas laporan tersebut.

 

Melalui pesan WhatsApp, LF dan YA mengakui perbuatannya dan mereka telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga pelapor.

 

Menurut salah satu anggota keluarga terlapor, mereka sedang berupaya untuk diselesaikan secara damai.

 

“Keluarga sedang mencari jalan untuk melakukan upaya penyelesaian secara damai,” ungkapnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *