LUWU UTARA, faktadetiknews.biz.id — Kecelakaan dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan bisa menimpa siapa saja. Menyadari pentingnya kecepatan penanganan sebelum tenaga medis tiba, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Luwu Utara mengambil langkah strategis dengan menggelar Sosialisasi dan Edukasi Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).
Kegiatan yang dihelat pada Selasa (28/7/2026) di Aula Kantor Kecamatan Rongkong ini secara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara, Abdul Wahid, S.Kep., Ns., M.H.
Dalam sambutannya, Abdul Wahid menegaskan bahwa peningkatan akses pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat adalah target utama pemerintah daerah.
Ia mengatakan, salah satu pilar penguatnya adalah SPGDT, yaitu sebuah sistem koordinasi lintas sektor dan multi-profesi dalam upaya menangani kasus gawat darurat, baik dalam situasi sehari-hari maupun saat terjadi bencana.
“Keterlibatan warga adalah kuncinya. Bagaimana warga bisa ikut serta dalam upaya memberikan pertolongan pertama di lingkungan sekitar, sebelum petugas kesehatan tiba, guna mencegah terjadinya kecacatan atau kematian,” ujar Wahid di hadapan para peserta.
Ia berharap perwakilan dari masing-masing desa di Rongkong yang hadir dapat menyerap ilmu ini dengan baik, sehingga makin siap siaga dan mampu menjadi garda terdepan penanganan darurat di wilayahnya masing-masing.
Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Titiek Diana, SKM., dalam laporannya menjelaskan bahwa SPGDT merupakan mekanisme pelayanan terintegrasi berbasis Call Center.
Sistem ini, kata dia, dirancang untuk mempercepat waktu tanggap (response time) demi menekan angka kematian serta kecacatan.
“Penanganan pasien sebelum ke fasilitas kesehatan sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dasar pertolongan pertama,” terang Titiek.
Pelatihan intensif berdurasi 6 jam ini diikuti 36 peserta yang terdiri atas perwakilan kecamatan dan seluruh desa di wilayah Kecamatan Rongkong.
Tidak tanggung-tanggung, panitia menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, yaitu dr. H. Aris Abidin, Sp.B., M.Kes.
Para peserta tidak hanya menerima materi seputar regulasi SPGDT dan sistem layanan PSC 119, tetapi juga mendapatkan pelatihan praktis mengenai dasar-dasar pertolongan pertama serta bantuan hidup dasar.
Inisiatif strategis ini adalah wujud kepedulian Bupati dalam upaya mendekatkan layanan serta pengetahuan dasar kesehatan kepada masyarakat, dan merupakan program Bupati dalam upaya mengedukasi masyarakat dalam hal pertolongan pertama pada kegawatdaruratan.
Sekaligus juga dalam upaya mencetak masyarakat yang sigap, tanggap, dan memiliki kemampuan dasar dalam hal penyelamatan jiwa, sehingga meminimalisir risiko fatalitas sebelum tenaga medis profesional tiba di lokasi kejadian.
Melalui langkah ini, Pemda Luwu Utara optimistis layanan kegawatdaruratan medis ke depan akan makin bermutu, berkesinambungan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah makin dekat serta sigap melindungi masyarakat.


















