banner 728x250

Ketua Dewan Pers: Media Massa Harus Jadi Penjernih di Tengah Maraknya Disinformasi

banner 120x600
banner 468x60

TANGERANG SELATAN, faktadetiknews.biz.id — Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menekankan pentingnya peran media massa dalam menyajikan informasi yang benar dan berkualitas di tengah maraknya disinformasi.

 

banner 325x300

Hal tersebut disampaikan Komaruddin dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Tangerang Selatan, Kamis (13/8/2026).

 

Komaruddin mengaitkan pentingnya verifikasi berita dengan konsep tabayun dalam tradisi Islam. Menurutnya, setiap informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat harus terlebih dahulu diperiksa kebenarannya.

 

“Berita itu dalam Islam punya tradisi untuk dilakukan tabayun, verifikasi,” kata Komaruddin.

 

Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi saat ini, masyarakat semakin rentan menerima berita palsu dan informasi yang tidak terverifikasi. Bahkan, ia mengibaratkan fenomena disinformasi dengan istilah dhaif dalam klasifikasi hadis.

 

“Dalam tradisi Islam, ada kitab hadis, diklasifikasi ada hadis mutawatir, hadis sahih, hadis dhaif, hadis palsu. Nah, berita hari ini banyaknya dhaif dan palsu. Banyak sekali disinformasi,” ujarnya.

 

Menurut Komaruddin, kebutuhan masyarakat terhadap informasi saat ini sudah sangat besar, bahkan hampir seperti kebutuhan terhadap udara dan air.

 

Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang hampir selalu menggunakan telepon seluler untuk mengakses informasi, mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur.

 

“Begitu bangun tidur, yang dipegang bukan air minum, tetapi handphone. Menjelang tidur, yang dilihat bukan lagi cangkir kopi, tetapi handphone. Ketika rapat pun selingannya bukan minum, tetapi handphone,” jelasnya.

 

Karena itu, persoalan menjadi serius ketika informasi yang dikonsumsi masyarakat telah tercampur dengan informasi palsu, menyesatkan, atau tidak terverifikasi.

 

“Betapa informasi itu telah menjadi kebutuhan melebihi kebutuhan pada angin dan juga air. Menjadi persoalan ketika informasi itu kemudian terpolusi, dan itu yang terjadi sekarang ini,” katanya.

 

Media Diminta Beri Pencerahan

 

Komaruddin meminta media massa mengambil peran sebagai sumber informasi yang mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat.

 

Menurutnya, media yang memiliki tanggung jawab jurnalistik harus mengutamakan akurasi, kualitas informasi dan proses verifikasi sebelum berita dipublikasikan.

 

“Maka keterlibatan, kehadiran, misalnya media-media seperti milik Muhammadiyah dan tokoh-tokoh lainnya di sini sangat bagus. Arahnya memberikan pencerahan, tetapi juga sekaligus memberikan bobot bahwa informasi yang beredar di masyarakat itu harus berkualitas. Dan itu penting sekali,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai setiap informasi yang beredar, terutama informasi yang sumbernya tidak jelas.

 

Masyarakat diminta memperhatikan siapa yang menyampaikan informasi serta dari mana informasi tersebut berasal.

 

“Makanya dalam tradisi kita itu selalu melihat siapa yang berbicara, dari mana sumbernya. Jadi jangan mudah percaya,” imbuh Komaruddin.

 

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, media massa tetap memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi publik melalui verifikasi, keberimbangan dan prinsip jurnalistik. (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *