banner 728x250
Berita  

Longsor Terjang Dua Rumah di Desa Sirau Purbalingga, Warga Diungsikan dan Butuh Bantuan Cepat

banner 120x600
banner 468x60

Purbalingga, Jawa Tengah Faktadetiknews – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga selama lebih dari dua jam pada Sabtu malam (18/4/2026), memicu bencana tanah longsor yang merusak dua rumah warga di Dusun Karanggintung.

Peristiwa terjadi setelah hujan deras berlangsung sejak pukul 18.30 hingga sekitar 21.30 WIB. Curah hujan tinggi menyebabkan struktur tanah di area perbukitan menjadi labil hingga akhirnya longsor dan menimpa bangunan di bawahnya.

banner 325x300

Plt Kepala Dusun 5 Karanggintung, Hadirin, menjelaskan bahwa longsoran berasal dari tebing yang berada di atas permukiman warga. Material tanah menghantam pondasi dan talud rumah, hingga merusak bagian bangunan secara signifikan.

“Akibat kejadian ini, tembok dan atap rumah milik Samiun Al Nuralim jebol dan mengalami kerusakan parah. Sementara dapur rumah milik Dianto terancam terbawa longsor susulan,” ungkap Hadirin.

Rumah yang terdampak berada di RT 024 RW 007, Dusun 5 Karanggintung, Desa Sirau. Kedua rumah tersebut dihuni oleh total tujuh orang, masing-masing empat jiwa di rumah Samiun dan tiga jiwa di rumah Dianto.

Evakuasi Cepat dan Pengungsian Warga

Begitu kejadian berlangsung, warga bersama perangkat desa langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. Barang-barang berharga dan dokumen penting berhasil diamankan, sementara seluruh penghuni rumah telah diungsikan ke tempat yang lebih aman, yakni rumah kerabat terdekat.

Langkah tanggap darurat ini dinilai berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa, meskipun kerugian material diperkirakan cukup besar.

Butuh Perhatian dan Bantuan Pemerintah

Pihak desa berharap adanya respons cepat dari instansi terkait untuk memberikan bantuan kepada korban terdampak, baik berupa logistik, perbaikan rumah, maupun solusi jangka panjang seperti relokasi ke wilayah yang lebih aman.

“Kami bersama warga juga akan bergotong royong membantu memperbaiki rumah yang rusak. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan, relokasi menjadi opsi yang harus dipertimbangkan,” tambah Hadirin.

Imbauan Waspada di Zona Rawan Longsor

Desa Sirau diketahui masuk dalam kategori zona merah rawan bencana tanah longsor. Oleh karena itu, warga yang tinggal di bawah tebing atau lereng curam diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung lebih dari dua jam.

“Keselamatan adalah yang utama. Kami imbau masyarakat segera mengungsi sementara jika hujan lebat terus mengguyur, untuk menghindari risiko yang lebih besar,” tegas Hadirin.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi seperti di Kecamatan Karangmoncol.(Retno)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *