banner 728x250
Berita  

Menguatkan di Tengah Bencana, Gubernur Jateng Hadir untuk Warga Sirampog dan Satgas TMMD Brebes

banner 120x600
banner 468x60

Brebes, Faktadetiknews – Di tengah ancaman bencana tanah gerak yang masih aktif, kehadiran pemerintah menjadi penguat harapan bagi warga terdampak.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung menemui warga pengungsi tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Rabu (18/2/2026).

banner 325x300

Sebanyak 175 kepala keluarga atau 532 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat pergerakan tanah yang terus terjadi dan dinilai membahayakan keselamatan. Demi memastikan penanganan berjalan optimal, Gubernur memimpin rapat penanganan bencana sekaligus menyerahkan bantuan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Sirampog.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Ia meminta masyarakat untuk tidak kembali ke rumah masing-masing dan mendukung percepatan pemindahan warga beserta barang-barang ke lokasi yang lebih aman, termasuk percepatan pembangunan hunian sementara (huntara).

“Untuk tanah gerak ini yang bisa dilakukan adalah memindahkan orang dan barang. Keselamatan warga tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes mencatat sedikitnya 143 rumah terdampak, dengan 10 rumah rusak berat dan 124 lainnya berada dalam kondisi terancam.

Selain rumah warga, dua tempat ibadah, dua fasilitas pendidikan, serta akses jalan desa sepanjang kurang lebih 700 meter turut terdampak akibat amblesan tanah.

Hingga saat ini, pergerakan tanah masih berlangsung, dipicu tingginya curah hujan di kawasan perbukitan Sirampog. Arah longsoran bergerak ke barat daya dengan potensi pergerakan susulan yang masih cukup tinggi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk langkah teknis lanjutan. Rencana pembangunan hunian sementara akan dilaksanakan di lahan petak 34G milik KPH Perhutani Pekalongan Barat yang telah direkomendasikan aman secara teknis.

Sementara itu, seluruh pengungsi dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Dukuh Limbangan. Dapur umum telah disiapkan dengan dukungan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memastikan kebutuhan logistik warga tetap terpenuhi.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menilai kehadiran langsung Gubernur bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi bukti keseriusan penanganan bencana secara terpadu.

“Terima kasih atas penanganan yang cepat dan kehadiran langsung Pak Gubernur beserta OPD. Masyarakat Brebes tidak perlu khawatir, semua sudah disiapkan secara gotong royong,” ujarnya.

Di sela kunjungannya, Gubernur juga menyempatkan diri menyemangati Satgas TMMD ke-127 yang tengah berlangsung di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.

Ia mengapresiasi Kodim 0713/Brebes serta sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur desa.

“TMMD adalah nafas panjang komunikasi sosial antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pembangunan jalan, jembatan, dan sarana lainnya adalah bukti nyata kehadiran negara untuk rakyat,” ujar Gubernur menutup kunjungannya.

Kehadiran Gubernur di Sirampog dan Desa Cikuya menjadi simbol kepedulian dan penguatan moril, bahwa di tengah bencana dan keterbatasan, negara tetap hadir bersama rakyat. (Retno)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *