banner 728x250
Berita  

PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) Dinilai Masih Cukup Tahan Terhadap Tekanan Industri Batu Bara Global

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, Faktadetik. – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dinilai masih cukup tahan terhadap tekanan industri batu bara global, seiring kuatnya permintaan pasar domestik. Selain itu, saham PTBA tetap menawarkan potensi imbal hasil dividen yang menarik.

banner 325x300

Sepanjang Januari–September 2025, PTBA mencatatkan pendapatan sebesar Rp31,3 triliun atau tumbuh 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didorong oleh kenaikan volume penjualan batu bara, meskipun harga jual rata-rata mengalami penurunan.

Pendapatan dari pasar domestik tercatat naik 17 persen menjadi Rp15,8 triliun, mencerminkan permintaan dalam negeri yang masih solid. Sementara itu, pendapatan ekspor justru turun 9,3 persen menjadi Rp15,5 triliun.

Senior Equity Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, menilai ketahanan pendapatan PTBA berasal dari kontribusi pasar domestik, meski perusahaan menghadapi tekanan penurunan harga jual batu bara.

Namun, kenaikan biaya produksi berdampak pada penurunan profitabilitas. Laba kotor PTBA turun 36 persen menjadi Rp3,57 triliun akibat meningkatnya biaya bahan bakar, logistik, serta jasa pertambangan. Penurunan harga jual juga ikut menekan margin perusahaan.

Dari sisi operasional, produksi batu bara meningkat 9 persen menjadi 35,9 juta ton, sementara volume penjualan naik 8 persen menjadi 33,7 juta ton. Namun, harga jual rata-rata turun 6 persen menjadi sekitar Rp910 ribu per ton.

Kondisi tersebut membuat laba bersih PTBA tergerus 57 persen menjadi Rp1,39 triliun, dengan laba per saham sebesar Rp121.
Meski demikian, proyek hilirisasi batu bara, khususnya gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME), dinilai berpotensi menjadi penggerak kinerja jangka panjang.

Proyek tersebut dijadwalkan mulai dibangun pada awal 2026 dan diperkirakan dapat menyumbang laba hingga 20 persen dari total laba perusahaan.

Atas dasar tersebut, Kiwoom Sekuritas mempertahankan rekomendasi tahan untuk saham PTBA dengan target harga Rp2.670 per saham dalam 12 bulan ke depan.

Selain prospek jangka panjang, PTBA juga diproyeksikan tetap membagikan dividen dengan imbal hasil sekitar 7,7 persen pada 2026 dan 5,7 persen pada 2027, dengan asumsi rasio pembagian dividen sebesar 75 persen. (R01-R12-Red-BFN)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *