Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the amp domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/sultrand/public_html/faktadetiknews.biz.id/wp-includes/functions.php on line 6170
PTBA dan Pertamina NRE Sepakati Pengembangan PLTS di Area Operasional Tambang - faktadetiknews.biz.id
banner 728x250

PTBA dan Pertamina NRE Sepakati Pengembangan PLTS di Area Operasional Tambang

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, faktadetiknews.biz.id – PT Bukit Asam (Persero) Tbk dan PT Pertamina New & Renewable Energy resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang kerja sama pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area operasional PTBA, Kamis (2/7). Kerja sama ini menjadi bagian dari sinergi kedua BUMN dalam mempercepat transisi energi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

banner 325x300

 

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan momentum strategis bagi perseroan untuk mengambil peran dalam pengembangan proyek PLTS yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

 

“Sinergi ini menjadi milestone strategis bagi PTBA dalam percepatan transformasi bisnis energi, penguatan portofolio energi baru terbarukan, serta peningkatan kontribusi pendapatan energi masa depan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam mewujudkan masa depan energi yang berkelanjutan. Menurutnya, PTBA terus mengembangkan berbagai proyek hilirisasi batubara sekaligus memperluas investasi di sektor energi baru dan terbarukan.

 

Saat ini, portofolio PLTS PTBA telah mencapai kapasitas 1,2 MWp. Perseroan juga tengah mengembangkan berbagai proyek hilirisasi, seperti Coal to DME, Synthetic Natural Gas (SNG), dan Kalium Humat, yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus menekan intensitas emisi karbon.

 

Turino menjelaskan, kerja sama dengan Pertamina NRE membuka peluang optimalisasi aset nasional, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang yang telah direklamasi sebagai kawasan pengembangan PLTS dan sumber energi terbarukan lainnya.

 

“Salah satu tantangan pengembangan PLTS adalah ketersediaan lahan. PTBA memiliki ribuan hektare lahan pascatambang yang telah direklamasi, dan lebih dari 250 hektare di antaranya siap dimanfaatkan untuk pengembangan energi surya,” katanya.

 

Melalui kolaborasi tersebut, PTBA berharap dapat mempercepat pengembangan energi bersih, mendukung target Net Zero Emission Indonesia, serta memperkuat posisi perusahaan dalam memperoleh pendanaan hijau (green funding) untuk proyek-proyek hilirisasi di masa mendatang. Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi contoh nyata sinergi BUMN dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui inovasi, teknologi, dan optimalisasi aset negara.

 

(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *