banner 728x250
Berita  

SWSI Resmi Dideklarasikan, Wadah Jurnalis Senior Kawal Kualitas Informasi Publik

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, FAKTADETIKNEWS — Peran jurnalis tidak berhenti pada masa purna tugas. Sejumlah tokoh pers nasional resmi mendeklarasikan berdirinya Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) sebagai wadah intelektual untuk mengawal kualitas ruang publik melalui semangat Beyond News, Strategic Insight.

“SWSI menghimpun para jurnalis berusia 60 tahun ke atas yang memiliki rekam jejak panjang sebagai saksi sejarah perjalanan bangsa,” ujar Wahyu Muryadi, salah satu pendiri SWSI, dalam deklarasi di Aula LSPRl Institute of Communication and Business, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026).

banner 325x300

Organisasi yang dipimpin Wahyu Muryadi ini digagas oleh sejumlah tokoh pers nasional, di antaranya Abdullah Alamudi, Banjar Chairuddin, Kemal Gani, Budiman Tanuredjo, Don Bosco Salamun, Marah Sakti Siregar, dan Suryopratomo.

Ketua Panitia Deklarasi, Kemal Gani, menyebut inisiatif ini lahir dari kebutuhan untuk mendayagunakan pengalaman para wartawan senior yang rata-rata telah berkiprah lebih dari 25 tahun.

“Mereka adalah aset nasional, insan yang telah teruji waktu dan memiliki kebijaksanaan yang lahir dari pengalaman panjang. Di tengah arus informasi yang serba instan, kita membutuhkan suara jernih dan analisa mendalam,” ujarnya.

Jurnalisme sebagai Panggilan Hidup

Senada dengan itu, Suryopratomo menegaskan bahwa jurnalisme merupakan panggilan hidup yang tidak mengenal batas usia. Ia mencontohkan sosok Rosihan Anwar yang tetap aktif berkarya hingga akhir hayat.

“Wartawan tidak pernah berhenti berkarya. Kami hadir untuk mengingatkan pemerintah, bukan karena benci, tetapi karena ingin melihat Indonesia berhasil mencapai masa emas 2045,” tegasnya.

Ia juga menyinggung tantangan demografi Indonesia yang diperkirakan mulai memasuki fase penuaan populasi pada 2031–2034.

Dukungan Pemerintah

Deklarasi SWSI turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat para jurnalis senior yang dinilai tetap konsisten menjaga nilai-nilai jurnalistik.

“Jurnalis sejati tidak pernah benar-benar berhenti. Karya, komitmen, dan keberanian mereka akan terus hidup. Pemerintah menyambut baik lahirnya SWSI sebagai ruang diskusi dan check and balances,” ujarnya.

Meutya juga berharap SWSI mampu menjadi jembatan antar-generasi, khususnya dalam mentransfer nilai integritas dan proses verifikasi kepada jurnalis muda.

“Ada gap yang luar biasa saat ini karena kecepatan sering kali mengabaikan akal sehat. Pengalaman para senior adalah ensiklopedia hidup,” tambahnya.

Fokus pada Kontribusi Strategis

SWSI memposisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah sekaligus penjaga marwah jurnalisme di Indonesia. Dengan pengalaman lintas era—dari teknologi telex hingga digital—para anggotanya berkomitmen menjaga prinsip akurasi dan kebenaran dalam arus informasi nasional.

Deklarasi ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai simbol lahirnya SWSI sebagai wadah pemikiran konstruktif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, Ketua PWI Pusat Munir, tokoh nasional Susi Pudjiastuti, serta sejumlah wartawan senior dari berbagai daerah, termasuk Rizal Effendi. Acara juga dimeriahkan penampilan komedian Cak Lontong.

(R01-R12-Red-BFN)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *